Showing posts with label hoax. Show all posts
Showing posts with label hoax. Show all posts

13 May 2019

PROPAGANDA (HOAX)

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942 - 1945), begitu banyak poster-poster Propaganda Jepang yg ditempelkan pada dinding-dinding bangunan. Awalnya Propaganda itu untuk menarik hati pemuda-pemuda Indonesia agar bergabung sebagai prajurit perang hingga romusha.

"Slogan Tiga A : Nippon Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia."

Barisan Propaganda, sebagai pelaksana, lalu berstrategi dengan mengembangkan dan merambah ke semua media publikasi, dari poster-poster sampai pers, seperti : koran Asia Raja (Djakarta), koran Soeara Asia (Soerabaja), dan Tjahaja (Bandoeng).

Begitupun pada akhir Perang Dunia II, Jepang menutupi kekalahan beruntunnya itu dengan membuat Propaganda bahwa ia tidak terkalahkan di setiap perangnya.

Propaganda hoax yg dibuat Komandan perangnya ini mengakibatkan para prajurit tidak tahu bahwa mereka sudah mengalami kekalahan telak. Banyak tentara jepang mengalami Halusinasi kemenangan perang akibat dari propaganda ini.

Bahkan salah seorang prajuritnya mengalami Kegilaan, dimana setiap hari ia seolah-olah berada dalam keadaan perang, sembunyi dibalik tank-tank dan peralatan perang.
 
Akankah sejarah seperti ini berulang..?
Halunisasi dan Kegilaan.


Semoga..
#ombad #sejarah

05 March 2019

TERJEGALNYA LAPAK TAKFIRI

Keputusan Bahtsul Masail NU itu membuat susah karena Lapak Takfiri untuk jualan "kafir" dan "munafik" menjadi sulit laku, padahal mereka sudah berusaha terus-menerus membangun dan menggiring opini dari awal bahwa yg berbeda dengan mereka itu identik "munafik".

Sampai-sampai merembet ke urusan politik, dimana semua Ulama yg dukung Jokowi itu identik dengan "munafik" yg menjual agamanya, ditambah alasan karena banyaknya "kafir" pendukungnya. Opini yg dibangun mereka lewat dalil "Ulama yang mendekati penguasa".

Dan sebaliknya, Ulama yg sejalan dengan "keinginan" mereka dianggap sebagai Ulama yg berada pada Jalan Yang Lurus, Beriman serta Kaffah, meski kualitas dan sanad keilmuannya patut dipertanyakan atau abal-abal. Itu makanya NU banyak difitnah, termasuk para kyai nya juga.

Upaya memahami ilmu yg seharusnya bisa dalam kondisi "bening" serta objektif, dan bukannya dijadikan pemenuhan kepuasan subjektifnya, hanya didasari keinginan, selera serta Crocbrainnya, atau kata lain hanya untuk pemenuhan Hawa Nafsunya.

Jadi agar pemenuhan hawa nafsunya mengecil, coba lakukan kebalikannya seperti ini :

- Jika tidak suka NU, coba sekali-kali gali keilmuan NU yg tidak ingin anda ketahui tersebut.

- Jika tidak suka China, cobalah pelajari budaya china, effort kerja orang china, dsb.

- Jika tidak suka Yahudi, cobalah jalan-jalan ke Israel atau berteman dengan Yahudi.

Dan galilah ilmunya kenapa mereka bisa maju dan berkembang, kecuali anda keukeuh dalam kesalah-pahaman dan tetap pingin eksis demi memuaskan ego.

 
Jika masih keukeuh tidak mau menambah ilmu dan pemahaman, mungkin lama-kelamaan anda akan meniru para alay yg mabok agama, dimana ulama sekelas Mufassir aja bisa dianggap bodoh oleh seorang alay bermodal copas, forward WA ataupun google. Dan karena tidak paham konteks, para alay ini pun terbutakan oleh kulit atau bungkusnya.

Hasilnya mungkin tidak akan mengubah pilihan tapi setidaknya anda akan "meredam" ego diri dan hawa nafsu sendiri, sehingga tidak akan menyeret-nyeret masalah keimanan serta justifikasi takfiri ke dalam urusan politik kekuasaan, karena memahami bahwa hal seperti itu adalah perbuatan Setan yg bisa mengakibatkan peluang permusuhan makin membesar.

Dampak paling kotor dari "mengukur" kualitas Iman berdasarkan persangkaan yg dibandingkan dengan "merasa paling beriman" dalam dirinya ini akhirnya muncul diskon besar-besaran Program Automunafik, bahkan Autokafir kepada yg berbeda pilihan dengan dirinya.

Itulah kenapa, jika ada yg dukung Jokowi akan muncul opini jadi "munafik", karena beda pilihan dengan mereka yg merasa sebagai kaum beriman, ataupun sebaliknya.

Pola seperti ini makin membesar, merembet ke mana-mana dan semakin mem-polarisasi. Coba lihat jejak digital, dulu saja yg dukung Ahok pun mendadak jadi munafik, sampai yg dukung Bashir Assad (presiden Suriah) yg sedang melawan pemberontakan ISIS pun mendadak jadi munafik bahkan kafir.

Dalam politik yg menghalalkan segala cara, pola giring opini seperti ini akan terus-menerus dilakukan. Rumus Propaganda Hypnosis Massal karya Joseph Goebbels (1897-1945) akan terus didengungkan, "Buatlah kebohongan yg sederhana, ucapkan berulang-ulang dan orang-orang akan mempercayainya" atau dengan kata lain "Kebohongan yang diulang terus-menerus bisa diterima sebagai Kebenaran".

Masih banyak tanda-tanda "munafik" dan "kafir" lainnya yg akan dimunculkan panjual Lapak Takfiri seiring makin bertambahnya kreativitas mereka dalam menggoreng hoax, fitnah, isu dan opini.

Mudah-mudahan bisa paham kenapa ada yg bikin strategi giring opini serta apa tujuannya. Dan itulah kenapa Bahtsul Masail NU berpikir panjang serta membuat Keputusan yg manfaatnya beberapa langkah di depan dan berjangka panjang.

Semoga...
#ombad #NU

07 February 2019

FIREHOSE OF FALSEHOOD

Firehose of Falsehood (FoF) merupakan taktik yg sama sekali tidak etis, apapun akan dipakainya, termasuk Hoax, Kebohongan dan Fitnah, yg penting bisa memenangkan dirinya.

Firehose of Falsehood (FoF) ini lebih tinggi lagi derajat spek nya dibanding hoax dan sejenisnya karena memanfaatkan ilmu komunikasi (Neuroscience & Big Data). Analoginya, Hoax itu Industry 3rd, Firehose of Falsehood itu Industry 4th.

STRATEGI UTAMA :

1. Kontroversi dan Provokasi yg massif (sumber berita bisa beragam).
2. Pesan/propaganda diulang-ulang dengan cepat.
3. Tidak Realistis.
Fenomena CONFIRMATION BIAS, dimana informasi yg dianggap membenarkan hal yg diyakininya selama ini, akan langsung diterima sebagai informasi valid.
4. Tanpa Data dan Fakta.
5. Isi pesan yg Inkonsisten atas substansi.

TUJUAN (secara psikologis) :

Untuk mengaktifkan dan mengisi "Reptilian Brain" (Crocbrain) individu secara massal (misal, dengan ketakutan (fear). Sederhananya, jika seekor kucing yg lucu tetapi terus-menerus dicitrakan sebagai harimau yg kejam, maka lama-kelamaan siapapun akan percaya bahwa kucing lucu itu harimau yg kejam. Dan langkah selanjutnya, si kucing ini akan dijadikan "ancaman bersama" yg harus disingkirkan. Strategi FoF ini sasaran awalnya adalah mereka yg tingkat literasinya rendah alias bodoh.

CARA MENANGKAL

Bagi siapapun yg masih punya Nurani, cara menangkalnya itu tidak cukup pakai Data dan Fakta aja, wong udah "Crocbrain" dan tingkat literasinya rendah. Pasti mereka akan mengulanginya, sebutlah mereka sudah Kecanduan Hoax.

Jadi lebih baik :

- Analisa dan Telanjangi cara propagandanya, ketimbang sekedar menangkal informasi-informasi propaganda.

- Tidak ikut dalam arus dan irama propaganda FoF nya.

- Lebih Fokus untuk melakukan kontra terhadap Efek yg ditimbulkan, karena Efek ini yg jadi Tujuan propagandanya.

- Jauhi adu mulut dan saling membully, karena "buat apa debat sama crocbrain..?".. kacapé-capé, debat jeung nu belegug.. :D

Semoga...
#ombad

29 July 2018

PEMBOHONGAN KOLEKTIF

Banyak sekali hoax-hoax di medsos..

- Penggorengan isu Hutang Negara, dimana Hutang total dari masa lalu diarahkan jadi "kesalahan" Pemerintah yg sekarang, padahal sebelumnya pun ada hutang.

- Penggorengan isu Freeport, dimana perpanjangan kerjasama Freeport diarahkan jadi "kesalahan" Pemerintah yg sekarang. Sekarang sich masih mending 51% daripada dulu yg cuma berapa %.

- Penggorengan isu Pres-T 20%, padahal sejak pilpres 2009 dan 2014 pun Pres-T nya sama yaitu 20%.

- Penggorengan isu PKI, padahal sudah jelas Komunisme/PKI tetap organisasi terlarang sejak terbitnya TAP MPRS 25/1966 di masa awal-awal Orde Baru. Dan uang cetakan baru pun dijadikan salah satu alat goreng isunya.

- Penggorengan isu Perppu Ormas, padahal sudah jelas di UU yg sebelumnya pun sudah ada, begitupun di TAP MPRS 25/1966.

- Penggorengan isu Aseng dan Anti Islam, padahal udah jelas sejak Milenium ini semua negara dunia pun "berkiblat" ke China dalam urusan ekonomi karena memang China itu sudah menjadi Raksasa Kekuatan Ekonomi dunia. Masa mau ke negara-negara Arab yg gonjang-ganjing terus..?

- Penggorengan isu Tebang Pilih, dimana jika ada pendukung ataupun elemen partai oposan Pemerintah terbukti melanggar hukum seperti korupsi ataupun penyelewengan lainnya disebutlah sengaja ditarget. Salah mah salah aja.

- Dan masih banyak lagi Penggorengan isu apapun yg terkait kebijakan Pemerintah yg sekarang.

Apa disangkanya rakyat itu tidak tahu bahwa semua hal di atas itu bertujuan politis dan dilakukan oleh orang-orang yg kebelet pipis..?

Apa disangkanya rakyat itu bodoh dan mudah dibohongi semua..?

Ciee... pasti semua ini dalam rangka mempersiapkan hajatan 2019 nanti eaa..? Sayang sekali, Penggorengan isunya mulai bocor...

:D
Semoga....
#ombad #politik #turnbackhoax

28 July 2018

FAKTA TANPA KONTEKS

Sentimen agama kadang menutup akal sehat, apalagi dibumbui berita/opini di media odong-odong (yg kebetulan banyak yg namanya berbau nama islam).

Nama medianya sich agamis, tapi isinya penuh hoax dan fitnah. Segala hal dibolak-balik, dan tujuannya pun bisa diraba yaitu Kebencian terhadap aliran atau agama yg berbeda, termasuk misi politik. Memang perangkap setan itu aduhai, bisa memuaskan nafsu kebencian dan nafsu merasa paling benar baik dirinya maupun kelompok/aliran/ agamanya, seperti halnya kisah buah khuldi di surga.

Udah mah otak cupet, pikiran mampet ditambah sumbunya pendek, ya makin terjerat dalam "permainan" fitnah, dan ketidak-senangan terhadap suatu perbedaan pun makin memuncak, sampai akhirnya memunculkan rasa benci yg akut.

Aneh, katanya Beriman, tapi kenapa masih senang melontarkan dan menyebarkan Kebencian. Kalau gitu, qalbunya disimpan di mana..? Di belakang pikiran? Kok gampang sekali "menangkap" dan menelan mentah-mentah sesuatu kabar/berita bahkan meme atau foto.

Misal, foto di bawah, lalu di sebuah situs/web dikasih judul seperti ini,

"Pria Yahudi ini sangat kejam. Dia tega meneriaki seorang perempuan Arab sampai ketakutan. Demikianlah orang Israel, perlakuan mereka terhadap orang Arab di negara itu sangat kejam..!"

Pasti yg sumbu agamanya pendek itu langsung menelan mentah-mentah berita yg didukung foto "sepersekian detik" tsb, tanpa berusaha mencari tahu kejadian yg sebenarnya. Gimana lagi, karena "foto parsial" itu sangat cocok dengan kepuasan pikirannya (baca: nafsunya) yg kurang piknik.

Padahal kebenarannya ada di link video ini dimana sumber foto itu diambil,

https://www.youtube.com/watch?v=2R35lmJUwIU

Jadi bisa disimpulkan, bahwa peranan KONTEKS itu sangat penting ketika memandang sesuatu. Fakta (secara parsial) tanpa Konteks itu bisa memutar-balikkan cerita yg sebenarnya.

Kebenaran pun diputar-balikkan, dimana yg salah jadi terlihat seperti benar, dan yg benar jadi terlihat seperti salah. Mirip fitnah Dajjal yaa...? :D

Bisa dipahami kan, kenapa banyak yg hobby nya saling menyalahkan dan saling merasa paling benar dengan kelompoknya..?  Ya, karena hatinya masih dijajah oleh hawa nafsunya. Bias dan tertutup. Jadi wajar, jika dulu VOC yg segelintir saja bisa menguasai Nusantara yg luas.

Hati-hati lhoo, sejarah itu suka berulang... :D

Semoga..
#ombad

09 July 2018

MENGGIRING OPINI

Ketika ada kasus pembacokan Hermansyah (FT89 ITB), maka yg terjadi di Medsos adalah adanya asumsi-asumsi yg mengarah ke penggiringan opini. Ternyata pengamat Medsos lebih cepat menyimpulkan daripada penyidikan Kepolisian.. Gak tau saking hebatnya atau saking oonnya.. :D .. Belum menyelidiki saja sudah tahu motifnya.. :D

Akhirnya banyak yg share ataupun bikin postingan yg dihubungkan urusan jadi saksi ahli chat FH dan HRS. Dan terbukti, di Medsos mulai rame, cocoklogi, propaganda, permainan opini dan penggorengan isu.. 😜

Dan seperti biasanya, penggiringan opininya ini selalu punya kemiripan, yaitu:

- Jika pendukung HRS mengalami masalah atau kecelakaan, opininya diarahkan ke "skenario" atau "sengaja dicelakakan".

- Jika yg anti HRS mengalami masalah atau kecelakaan, opininya diarahkan ke "mengalami azab dari Allah".

Dan satu lagi yg aneh, jika melihat berbagai kasus, ujungnya selalu dipolitisasi dan dipolarisasi.. Dan akhirnya bisa diperkirakan, akan diarahkan ke Pemerintahan Jokowi.. :D

Jadi di belakang semua itu, ada apa sebetulnya..?

:D
Semoga..
#ombad #politik

08 June 2018

BAGI CALON-CALON PEMIMPIN

Nafsu menggebu penuh amarah dan serakah,
Akhirnya berjuang dengan hoax dan fitnah,
Padahal Kejujuran itu akan membawa Berkah,
Dan Kebenaran pun tetap akan terbukti meski kalah. (ombad)

"Nabi berpesan, siapapun yang menggebu-gebu meraih kekuasaan, jangan pilih dia..!" (Quraisy Shihab)

Rasulullah bersabda,

سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ وَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ
 

Akan ada sepeninggalku nanti sejumlah Pemimpin. Barangsiapa yg masuk menemui mereka, lalu dia membenarkan kedustaan mereka, dan membantu mereka dalam kezhaliman mereka maka dia bukan bagian dariku, aku juga bukan bagian darinya, dan dia tidak akan menemuiku di Telaga Surga. Barangsiapa yg tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam kezhaliman mereka maka dia adalah bagian dari diriku, aku juga bagian darinya, dan dia akan datang menemuiku di Telaga Surga." (HR. At-Tirmidzi, kitab Al-Fitan, no. 2360)

Rasulullah pun bersabda,

Kalian dengarkan dan taati perintah para pemimpin itu. Mereka hanya bertanggungjawab atas dosa mereka dan kalian juga hanya bertanggungjawab atas dosa kalian.” (HR. Muslim, no. 1846)

Artinya, siapapun yg menggebu-gebu sampai memfitnah, sampai melakukan cara-cara yang tidak benar untuk jadi seorang Pemimpin, dan jika di kemudian hari ia jadi Pemimpin, maka Allah pun tidak merestuinya, dan Allah pun akan  membiarkan dia sendiri (maksudnya tanggung sendiri akibatnya, dan Allah tidak akan menolongnya).

 
JARGON DANGKAL

Kalau memang tujuannya murni untuk kebaikan bangsa dan negara, mari kita berbuat yg terbaik. Anda tidak setuju dengan Pemimpin yg sekarang, silakan, gak masalah. Yang jadi masalah itu ketika ketidak-setujuan anda dicampuri fitnah-fitnah. Selain berdosa juga bisa merugikan diri sendiri dan bahkan menyebabkan kerugian yg lebih besar. Masa mau dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yg memancing di air keruh.. toh pas anda rugi mah, ditanggung sendiri kerugiannya.

Apakah fitnah ini dari ketidaktahuan ataukah dari Kebencian anda..?

Jadi jalan terbaiknya adalah jika belum bisa memberi dukungan buat para pemimpin negara (siapapun mereka) ketika sedang bekerja, janganlah merecoki dengan hoax dan fitnah. Silakan awasi mereka ketika sedang bekerja, kalau ada kesalahan, ya kritik sambil memberi alternatif solusi yg terbaik. Jika mereka baik, ya dukung dan kasih apresiasi.

Rakyat pun bisa dan akan melihat, jika kritik dan solusi yg ditawarkan ternyata bagus dan sangat bermanfaat, niscaya rakyat akan banyak mendukung.

Bukannya melulu koar-koar bahwa yg berseberangan dengan kelompoknya itu selalu jelek dan salah, hanya sekedar cari simpatisan dan pendukung. Sementara "untuk bangsa dan negara" hanya sekedar jargon untuk menutupi kepentingan diri dan kelompoknya.

Kan lucu, di jaman serba digital tapi masih jualan khayal, lalu meracuni generasi milenial dengan jargon-jargon dangkal, padahal dalam abad globalisasi informasi itu semua sangat mudah untuk dibuktikan, dan jika bohongnya ketahuan maka akan bisa jadi bumerang.

Jika kelompok pendukungnya dibiarkan seperti ini, nanti dianggap tipikal pemimpinnya sesuai dengan karakter pendukungnya, rugi donk pilih Pemimpin seperti itu. Rugi sendiri.

Semoga...
#ombad #ramadhan #politik

19 April 2018

MEMILIH BODOH ?

Hoax (Pelintiran, Kebohongan, Fitnah) akan makin massive dalam urusan pilpres nanti, khususnya terkait program kerja pemerintah Jokowi. Silahkan anda mau memilih ikut jadi penyantap dan penyebar fitnah, atau berusaha tetap objektif.. dosanya tanggung sendiri.. :D

Misal, ada jembatan lama buatan thn 70 an runtuh, maka disebutlah itu jembatan buatan pemerintah sekarang, dengan embel-embel "kejar tayang".. Bukan infrastrukturnya yg kejar tayang, tapi hoaxnya yg kejar fitnah.. dan banyak hal lain yg dipelintir.dan dijadikan fitnah.. Ya gimana lagi kalo jagoannya gak punya prestasi, ya bisanya hanya sebarin hoax dan fitnah aja.. paling banter juga seperti biasa.. mempolitisasi mesjid-mesjid.. :D

Dan karena sama-sama dibalut Kebencian, si Otak Pinter dan si Otak Bodoh pun bisa bersatu dalam satu frekuensi berpikir, dimana si Otak Pinter tugasnya bikinin dan nyebarin hoax, sedangkan si Otak Bodoh kerjaannya menelan informasi secara mentah.

Masa belum juga paham, di era serba digital ini, informasi itu sangat cepat diketahui dan lebih transparan, jadi kalo upload dan nyebarin hoax, itu artinya memilih untuk tetap bodoh dan juga memilih untuk mempertontonkan kebodohannya sendiri.. 😂 

"Andai segala sesuatu itu dipisahkan, maka Kejujuran bersama Keberanian, dan sifat Pengecut bersama Kebohongan." ('Ali bin Abi Thalib kw.) 


Btw.. jangan-jangan Jokowi ini sudah tak tersisa dosanya karena dosa-dosanya sudah diambilin oleh ratusan atau ribuan orang yg suka bikin pelintiran dan fitnah terhadap dirinya, baik terkait pribadi atau jabatan presidennya, dan makin dibersihkan lagi saat pelintiran, hoax dan fitnahannya tersebut disebarkan..

:D

Semoga...
#ombad #turnbackhoax

29 March 2018

PELINTIRAN

Hoax itu awalnya muncul melalui "pelintiran" kejadian nyata. Misalnya seperti ini:

- Kejadian nyata :

"Ustat A kecelakaan motor karena tanpa sengaja motor yg sedang dikendarainya kesenggol kendaraan lain. Ustat A pun luka parah sampai harus ke RS."

Berita ini disertai foto korban atau kecelakaan.

- Tukang hoax memelintirnya jadi:

"Marak terjadi penganiayaan terhadap Ulama-ulama kita. Banyak dari Ulama kita yang sedang terancam keselamatannya, seperti halnya Ulama A. Waspadalah terhadap rezim yang semakin kejam.”

Disertai foto yg sama sambil ditonjolkan kondisi lebam-lebam dan berdarah-darahnya biar lebih dramatis..

Dan karena penyebarannya masif maka banyak orang yg tertipu dan jadi bodoh, dengan tanpa check & recheck maka akhirnya hoax tersebut akan dianggap sebagai suatu fakta (kebenaran). Dan pola seperti ini paling banyak dalam urusan politik, baik yg langsung maupun tidak langsung efeknya. Kenapa para "fans" ini mudah terpengaruh..? Karena adanya rasa Antipati dan Kebencian di hatinya (misalnya kepada Pemerintahnya sendiri, yg memang bukan "pilihan" nya).

Kalau bersikap kritis ya bagus-bagus aja, cuma kadang karena adanya rasa Kebencian yg tinggi, maka yg penting adalah cepat men-share atau menyebarkan segala hal yg "jelek".. asalkan "jelek" maka wajib disebarkan.

Jadi keberfihakan yg menggebu-gebu akan makin membuat semakin tidak objektif, dan akhirnya semakin membuat bodoh.. Kenapa..? Karena Akal nya hanya dipakai menganalisa dengan data yg "setengah" atau "sebelah", data yg sesuai dengan perasaannya.. sampai akhirnya ia akan "menutupi" sisi yg bersebelahan dengan dirinya. Dan karena ia hanya melihat satu sisi, maka tanpa disadari, logikanya pun akan menjadi "cacat".. Dari sinilah, perasaan merasa paling benar dan paling pintar muncul, meski aslinya adalah "kecacatan" dalam berpikir atau dengan kata lain adalah "bodoh" dan cuma "kulit" aja.. semisal, seorang ahli keuangan berlevel internasional yg disalah-salahkan seseorang yg bukan ahli dibidang keuangan.. :D

Kebodohan seperti ini selain bisa merugikan diri sendiri, juga bisa menyebabkan kerugian pada orang lain. Kebodohan seringkali menimbulkan Kerusakan yg sangat besar. Kebodohan bisa lebih berbahaya dari Perampok. Perampok tidak menularkan kejahatannya, tetapi seseorang yg Bodoh, baik disadari maupun tidak, bisa merusak mental dan pikiran orang lain sekaligus menularkan kebodohannya. Jika ini terjadi, maka bisa muncul keresahan dan kerusakan tatanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Apalagi diantara korban hoax ini  belum menyadari bahwa hoax yg dimasifkan ini sudah dirancang untuk suatu "tujuan" tertentu dengan "mengolah" isu-isu tertentu, dan tentu ujungnya adalah stabilitas politik pemerintah, atau dengan kata lain agar supaya rakyat tidak percaya kepada Pemerintahnya. Dan para korban hoax inipun keburu "teracuni" dan dengan tanpa disadari mereka pun dengan sukarela jadi corong-corong kepentingan politik.

Dan siapa yg diuntungkan..? Siapapun yg ingin "muncul" sebagai bintang penolong ataupun solusi, saat kondisi negara dan bangsa "carut marut" (menurut pikirannya sendiri).. :D

Semoga..
#ombad #turnbackhoax

17 March 2018

PENYEBAR HOAX, KELEDAI & SETAN

Seekor Keledai diikat pada sebatang pohon. Setan datang melepas tali kekangnya.

Keledai tersebut memasuki kebun dan memakan sayuran-sayuran yg ada.

Istri Pemilik Kebun ketika melihat tanamannya dirusak oleh si Keledai, tanpa berpikir panjang mengambil senapan dan membidikkannya ke kepala Keledai.

Pemilik Keledai ketika melihat apa yg terjadi pada hewan peliharaannya, menjadi marah dan bertengkar dengan istri pemilik kebun sampai pada akhirnya dia membunuh Istri Pemilik Kebun.

Pemilik Kebun yg baru datang, ketika melihat istrinya berlumur darah dengan cepat mencari pembunuhnya dan dalam waktu singkat menemukan pemilik Kambing, kemudian tanpa ampun menghabisi nyawanya.

Ketika Setan ditanya apa yg kamu lakukan?
Setan hanya menjawab:

“Aku hanya melepas keledai.”

Tak ubahnya seperti Penyebar Hoax, ketika ditanya maka dengan enteng dia menjawab:

“Saya hanya mengutip dari media..!”

(Ben H. Bafagih)

**

Moral of The Story..

Jadi, penyebar hoax yg sering ngeles "sy hanya mengutip dari media atau orang lain" itu mirip apa..?

Mirip KELEDAI.. :D


Semoga...
#ombad #moral #thestory

06 March 2018

MCA ..?

Penggunaan media sosial sebagai media propaganda untuk menyerang lawan politik dengan kedok agama ini, awalnya dilakukan oleh kelompok radikal di Timur Tengah. Kemudian pola seperti ini pun "dicontoh" dan dilakukan MCA (yg katanya palsu). Dan terbukti, Timur Tengah pun amburadul, perang saudara.. serta di sini pun mulai terpolarisasi, dan yg paling parah sampai terkena pidana.

Btw.. MCA (asli) membantah katanya yg ketangkep itu MCA palsu, karena katanya MCA (asli) mah gak sebar hoax.

Pertanyaan sy sederhana aja,

- Kalau memang berniat baik untuk bangsa dan negara, kenapa MCA (asli) diam saja atau terkesan membiarkan ketika banyak hoax dari MCA (palsu) beredar di medsos.. kan secara tidak langsung aktivitas MCA (palsu) tersebut makin memperburuk image MCA (asli)..? :D

- Terus kenapa MCA (asli) ini "sembunyi" dan baru muncul sekarang untuk membela diri..? Ke mana aja sich selama ini..?

- MCA (asli) pun mengklaim bahwa tidak bikin grup (struktur organisasi) di medsos. Mirip agen rahasia donk, kok serba rahasia..? :D

Padahal menurut sy sih, MCA (asli) ini bikin grup aja, kan sekalian juga bisa membuktikan bahwa MCA (asli) mah lebih transparan, objektif, kritis terhadap pemerintah, orang-orangnya jelas, tidak pakai akun palsu, tidak sebar hoax dan tidak perlu sembunyi-sembunyi.. Apa yg ditakutkan sih.. kan bisa lebih gaya, eksis dan bisa cepet dapat followers, dan kalau perlu MCA (asli) ini pun berbadan hukum.. :D

Terus lagi, itu kenapa yg bangga sebagai "MCA" (yg katanya palsu) dan katanya gak sebar hoax, tapi pada ganti nama grup "MCA" nya saat diketahui Kepolisian.. takut kah..? :D

Kalau mengamati kedua fenomena di atas, sebagai orang awam, mungkin sy akan mengambil suatu kesimpulan bahwa hal seperti itu seperti "strategi" tertentu yg betul-betul terorganisir.

Mudah-mudahan bukan.. :D


Semoga...
#ombad

04 March 2018

BENCI PINTU KEBODOHAN

Ini bukan manas-manasin eaa... hanya masalah prinsip jurnalistik. 😍

Terkait berita "Ahok salami Raja Arab hoax".

Bagi siapapun, harusnya ya belajar preventif dan objektif. Yang harus selalu dijadikan pegangan itu adalah "data faktual", "pertimbangan matang" dan "berpikir panjang", bukan asal njeplak nulis. Mudah sekali atuh kalo nulis asal-asalan mah. Masalahnya, ketika postingan sudah tersebar dan dishare ribuan para pemuja dan fans, ehh ternyata hoax dan fitnah. Berapa orang tuch yg ikut terbawa-bawa hoax dan fitnah..? Hitung aja dosanya menyebarkan kebohongan, fitnah dan kebencian. Udah gitu, para pemuja ikut menghina, mencaci-maki, nambah marah-marah, dan nambah benci-bencian. Ayo hitung lagi dosanya. Lengkaplah sudah hawa nafsu numpuk dan setan-setan ngumpul. Nambah dosa aja.

"Hati-hatilah kamu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka buruk itu dapat merusak ibadah." (sayyidina 'Ali bin Abi Thalib kw.)

Dan anehnya, kenapa kejadian/kesalahan ini selalu berulang-ulang..?
Ya karena sumbernya yg belum baik, yaitu  perasaan di hatinya yg belum bisa diperbaiki. Selama perasaan tersebut tidak bisa diperbaiki, ya akan berulang terus. Itulah KEBENCIAN dan DENGKI. Kan aneh jika ke yg lain nyuruh tabayyun, eh dirinya sendiri malah gak tabayyun... :D

Jadi sekali lagi, bagi siapapun agar selalu berusaha mengontrol emosi benci serta dengki, penuh pertimbangan dan berpikir panjang. Jangan sampai gara-gara api setitik jadi terbakar sprei setetangga.

Pas udah kejadian, ternyata salah, baru "sy khilaf, maaf eaa" .. tapi berulang terus kesalahannya. Coba kalo kena UU ITE, kan rugi sendiri.

Rasulullah SAW bersabda,

"Seorang Mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yg sama." (HR. Muslim)

Dan juga, masa gak ingat ada sebuah peribahasa tentang ungkapan Kebodohan seseorang yg tidak mau mengambil hikmah dari kesalahan yg sama,

"Hanya keledai yg jatuh ke lubang yg sama dua kali."

Ah.. hampir lupa, satu hal lagi, ketitipan sesuatu.

Tanya : "Mau ngutang?? Sebutkan dulu 5 nama ikan dalam bahasa Arab..?"

Jawab : 5 nama ikan dalam bahasa Arab adalah Faus, Fari, Fesut, Fatin, dan Firanha..


Semoga....
#ombad

23 February 2018

ANTARA BENCI, LUGU DAN BEGO

Pion-pion Lugu akan berubah jadi Bego saat Kebencian dan Kedengkian dalam dirinya terpancing untuk memakan hoax yg memang sudah direncanakan dan diatur pihak-pihak tertentu, seperti para politikus busuk untuk kepentingan suaranya ke depan. Dan akhirnya para pion lugu ini pun jadi tumbal politikus busuk (penghembus isu PKI, dsb).

Bego itu jangan kebangetan.. ehh, benci itu jangan kebangetan sampai bikin bego.. kok bisa gitu mempercayai Micin Cyber unyu-unyu.. :D

Disangkanya badan intelijen (BIN, Polri, dsb) itu bego.. Bersembunyi lewat akun palsu aja bisa ketahuan, apalagi akun asli.

Satu orang yg nongkrong di warung kopi atau sembunyi di hutan aja bisa ketahuan, apalagi jika 15jt orang "PKI" ngumpul.. :D

Ghirah sih ghirah, tapi sangat lucu jika ghirahnya malah makin menguatkan ego dan eksistensi nafsu dalam diri, makin memperbesar kebencian "politik", jadi aja salah langkah, merugikan dan mendzalimi diri sendiri, bahkan memfitnah, merugikan dan mendzalimi orang lain. Pseudo ghirah itu namanya.. 'Ashobiyah.

Seperti itulah Kebodohan akibat dari Kebencian dan Kedengkian. Useless Fanatic Lunatic..!

"Manusia sering memusuhi apa saja yg tidak mereka ketahuinya." (Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib kw.)

"Bertanyalah engkau untuk dapat memahami, dan janganlah engkau bertanya dengan keras kepala. Sebab, sesungguhnya orang bodoh yg terpelajar serupa dengan orang Alim, dan orang Alim yg sewenang-wenang serupa dengan orang bodoh yg keras kepala." (Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib kw.)
 

:D
#ombad #tasawuf

12 February 2018

GIRING OPINI..?

Perhatikan urutan dari beberapa kejadian di bawah ini (yg kebetulan semuanya terjadi di Jawa dan dalam waktu yg berdekatan) lalu dibawa ke mana opininya :

- Pemukulan Kyai.
- Pembunuhan tokoh Persis.
- Hoax ustadz dipukul.
- Orang gila masuk masjid.
- Persekusi Banthe.
- Penyerangan kapel.

"Pemain" atau aktornya mungkin sudah terbiasa melakukan strategi (model) seperti itu. Masih ingat kan ketika dulu Gusdur menyebut inisial nama siapa yg sering main model begituan.. meskipun dibantah.. 😁

Dan sekarang medsos memiliki peranan penting untuk mengacaukan pikiran, menggiring opini, atau menyebarkan racun kebencian, dan tujuannya pun jelas, ke arah 2019.

Itulah kenapa semua ini akhirnya selalu dialamatkan ke Pemerintah, ke Jokowi. Dan jika Pemerintah bertindak tegas maka akan disebut "zalim", jika bertindak lunak maka akan muncul tuduhan "lalai" atau "Presidennya ngapain aja..?"..

:D
Semoga...
#ombad

10 February 2018

BIBIT RADIKALISME

Jika melihat hiruk-pikuk medsos, sedikitnya bisa "menduga" akun-akun yg "sedikit" tertular sifat radikal. Ada beberapa kesimpulan sy, diantaranya:

- Jika ada kasus bom teroris, akun-akun itu akan men-share atau mengatakan : "pengalihan isu", dengan segala macam alasannya.

- Akun-akun itu kesehariannya membenci kepolisian (beserta elemennya), dan selalu melihat sisi jeleknya terus.

- Sebaliknya, jika Kepolisian dibenci-benci, tapi di akun-akun itu malah TNI mah dipuji-puji, padahal kedua institusi itu bawahan Presiden, tapi Presidennya mah tetap aja dijelek-jelekin.

- Akun-akun itu selalu negatif ke pemerintah, pokoknya pemerintah itu tidak ada bagusnya sedikitpun.

- Akun-akun itu selalu melakukan pembenaran atas nama agama yg ia anut, dan agama yg lain selalu dan tetap salah.

- Akun-akun itu selalu memusuhi organisasi beserta elemennya yg bersikap moderat, sekaligus menyebarkan fitnah, walaupun organisasi itu sesama Islam dan elemennya pun para Kyai, semisal getolnya serangan ke organisasi NU dan para Kyainya pun sering jadi sasaran.

- Akun-akun itu akan selalu menuduh keimanan (Munafik, Murtad, bahkan Kafir) dengan orang lain yg tidak sepaham atau sekubu dengannya, walau se-agama.

- Awalnya akun-akun tersebut men-share hal-hal seperti di atas, lalu selanjutnya mulai "tertular" dan bikin postingan sendiri.

- dsb, silakan tambahkan sendiri..

Ada satu hal yg lucu, ketika melihat beberapa akun yg kebanyakan isinya selalu menjelek-jelekkan pemerintah beserta elemennya, tapi ia sendiri hidupnya aja masih digaji negara (termasuk perusahaan milik negara). Kan harusnya malu jika kelakuannya seperti itu eaa.. :D 

Mudah-mudahan akun-akun seperti itu sudah ditandai dan dalam pengawasan pihak terkait. Dan ke depan, mudah-mudahan pihak Pemerintah dan pihak Medsos (Facebook, Twitter, dsb) bisa menyepakati suatu aturan "satu akun untuk satu ID". Jadi setiap akun itu diverifikasi oleh nomor KTP dan tidak bisa digandakan, sehingga bisa mengantisipasi akun-akun palsu penyebar paham radikalisme.

Dan bibit-bibit radikalisme ini ternyata makin ke sini makin subur. Lihatlah, anak-anak kecil aja udah bisa teriak-teriak "Bunuh" kepada yg beda agama. Sangat miris..! Gak tau anak-anak ini ketularan orang tuanya atau diajarin orang tuanya ataupun ketularan lingkungannya. Apa mereka ke depannya mau jadi calon-calon teroris..?

Ketika sekelompok anak kecil berteriak, "Bunuh, bunuh, bunuh...!"
Itu propaganda siapa..? Jadi yg memberi citra buruk Islam itu siapa..?

Dan juga, sebaiknya UU Terorisme itu diberlakukan lagi aja dech. Sikat dan Habisi aja, jangan sampai terlambat seperti di Iraq, Suriah, dsb. 


Semoga....
#ombad

25 January 2018

REMPEYEK DIBALIK UDANG

"Sebuah isu muncul ke permukaan ketika sebuah organisasi atau kelompok merasa berkepentingan terhadap suatu masalah (atau kesempatan) yg terlihat seperti konsekuensi perkembangan trend politik atau undang-undang, ekonomi dan sosial." (Crabble & Vibert)

Isu rectoverso yg katanya berlogo "komunis" ini dihembuskan bukan tanpa tujuan ataupun kepentingan. Kecurigaan sy adalah banyaknya uang-uang tunai yg tidak terdeteksi (tidak tersimpan di bank), mungkin berasal hasil dari korupsi atau kejahatan lainnya, dan mungkin juga ada hubungan dengan urusan "tax amnesty"..

Jadi, sebaiknya Pemerintah MEMPERCEPAT MASA BERLAKU peredaran uang versi sebelumnya, misal dalam waktu setahun cetakan uang baru sudah tersosialisasi ke semua rakyat.

Begitupun, isu/hoax tentang "Komunis" beserta lambangnya ini dihembuskan bukan tanpa tujuan. Dalam politik (dulu), seringkali digunakan kata "Komunis" untuk tujuan-tujuan politik tertentu.

Ideologi komunis itu sudah bangkrut. Di Soviet sejak Glasnost dan Perestroika, dan di RRC pun sudah full kapitalis, paling partainya aja yg sejak Deng Xiaoping jadi gaya baru, sebutlah "komunis kapitalis"... :D
Hanya di Korea Utara aja yg masih berkibar, itupun mungkin udah empot-empotan.

Ketika sekarang isu basi tersebut muncul lagi, maka kemungkinan terbesarnya, isu itu sengaja diciptakan dan ditiupkan untuk "mengalihkan perhatian" dan "menutupi" gerakan² radikal lain yg ideologinya berbanding terbalik dengan Komunisme. Strategi ini mirip salah satu strategi Sun Tzu, yaitu, "ramaikan sebelah timur, serang dari barat."

Dan cara antisipasinya adalah :

- Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
- Lihat pohon marlberi dan ganggu ulatnya.
- Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau.


Semoga....
#ombad

02 September 2017

TENTANG ROHINGYA

Ada sebatang teman yg bertanya ke sy...

TJ : "Kang, dukung siapa dalam urusan konflik Rohingya di Myanmar..?"

KP : "Saya dukung yg tidak bohong dan tidak menyebarkan hoax."

TJ : "Maksudnya...?"

KP : "Begini.. Siapapun orangnya, mau bagaimanapun alasannya, jika ia pakai hoax untuk memprovokasi atas nama agama, maka dibalik semua itu ada niat yg tidak baik."

TJ : "Tapi mereka kan saudara kita..?"

KP : "Iya.. memang. Begitupun yg di Suriah, Yaman, Mindanao, termasuk para pemberontak DI/TII dulu pun saudara kita."

TJ : "Kenapa bawa-bawa Pemberontak..?"

KP : "Lho.. Bukannya di awal-awal urusan Suriah, kamu dulu dukung pemberontak Suriah yg mau gulingkan Assad.. ISIS ni yee..!" :D

TJ : "Ah si Akang mah, dulu kan sy belum tau Kang.. disangkanya urusan agama.."

KP : "Kalau bener urusan agama, kenapa atuh gak dukung Yaman yg diserang Saudi..? Padahal jelas-jelas Muslim yg jadi korbannya..? Ahh jangan-jangan kamu mah anti non-Muslim tapi menyebut diri pro-Islam..?" :D

TJ : "Enggak lah..." :)

KP : "Harus bisa bedakan donk, mana urusan politik, mana urusan agama.. Belajar objektif.. masa urusan politik dibawa-bawa ke agama. Sekarang mah gini aja, bagaimana jika pemicu terjadinya konflik seperti di Rakhine itu terjadinya di Indonesia..?"

TJ : "Emang pemicunya apa..?"

KP : "Duhh.. kamu ini.. pantesan langsung save-save-an Rohingya.. Pemicunya itu karena 24 pos polisi diserang oleh milisi ARSA (Haraqah al-Yaqin) sampai mengakibatkan 10 orang polisi tewas."

TJ : "Ya pasti diburu dan ditumpas lah.."

KP : " Nah.. Itu..! Jadi wajar jika Pemerintah Myanmar menumpasnya dan menyebutnya 'teroris ekstrimis'. Jika hal seperti ini pun terjadi di Indonesia, ya pasti diburu.. ditumpas.. dianggap teroris pemberontak. Coba bayangkan ketika TNI menumpas OPM Papua, lalu digoreng isunya jadi 'Pemerintah Indonesia menumpas Kristen di Papua', atau waktu dulu jaman DI/TII jadi hoax 'Pemerintah Indonesia menumpas habis para mujahid Islam di Jawa Barat'.. Nah kayak gitu.."

TJ : "Ohh... gitu.. tapi tetap kasihan para pengungsi.."

KP : "Iya memang.. jeleknya perang.. seperti kemarin-kemarin para pengungsi Suriah.. untungnya Eropa mau terima tidak seperti Bangladesh, meski negara-negara penerima pengungsi di Eropa di kemudian hari harus lebih waspada jadinya."

Ket..
TJ = Teman Jelek.
KP = Kakang Prabu.

**

Berempati terhadap penderitaan sesama manusia atas nama Kemanusiaan, ya harus. Tetapi menjadi tidak etis jika dicampur hoax dan digiring opininya ke urusan agama. Urusan politik dan ekonomi kok digiring ke agama, kayak pilkadal saja. Udah gitu ditambahin Foto hoax lagi, foto tentang A dipakai di B, foto tahun kapan dipakai sekarang. Bahkan jumlah Korban pun ditambah-tambahi berkali-kali lipat. 

Dan yg jelas, kawasan Rakhine ini kaya SDA (cadangan emas, berlian, minyak & gas). Dan seperti biasa, secara tidak langsung ada negara super power yg ingin menguasai SDA di wilayah Rakhine. Jadi ada pertarungan politik negara-negara besar agar bisa "menguasai" Myanmar. Dan jadilah kawasan Rakhine sebagai daerah konflik.

Memang tidak semua Rohingya memberontak, tapi konfliknya semakin rumit, karena sebagian besar ingin mendirikan negara sendiri yg berbasis agama, dan memisahkan diri dari Myanmar.

Cuma memang ada pemuka Budha garis keras, yg ingin mempertahankan kedaulatan negaranya, dimana mereka tidak suka penduduk luar Myanmar (Rohingya dari Bangladesh) mengungsi dan tinggal di Myanmar. Itu makanya mereka mengusir secara paksa.

Pro Islam atau anti non-Muslim..?

Semoga...

#ombad #rohingya #turnbackhoax

31 August 2017

HATE SPEECH MA BA THA

Dari kasus persekusi dan pembantaian Muslim Rohingya, kita bisa belajar bahwa sungguh berbahaya bagi kemanusiaan jika provokasi "hate speech" marak di suatu kelompok (dalam hal ini Ma Ba Tha).

Padahal UUD Myanmar pasal 364 dengan tegas menyatakan bahwa "tindakan penggunaan agama demi tujuan politik" tidak dibenarkan secara konstitusi. Bahkan Dewan Agung Sangha Maha Nyaka (Ma Ha Na) pun menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keberadaan Ma Ba Tha yg terus menerus mengampanyekan hate speech kepada masyarakat, hate speech kaum non-Buddhist.

Sungguh sesuatu yg tidak lucu jika di satu sisi mengutuk kasus Rohingya, tapi keseharian di Medsos, postingan di dalam negerinya selalu provokasi kebencian terhadap kelompok/umat lain dan termasuk kepada Pemerintah, dengan mengatas-namakan agama.

Mudah-mudahan kita semua bisa berkaca dan mengambil hikmahnya.

Semoga....

#ombad #rohingya #hatespeech

30 August 2017

TINDAK PEMBUAT BIBIT KERUSAKAN

Siapapun yg menganggap urusan provokasi hoax seperti yg dilakukan Sindikat Saracen itu "masalah kecil yg dibesar-besarkan" berarti mereka tidak berpikir panjang ke depan. Yang namanya Fitnah itu jika dilakukan secara terorganisasi, terstruktur dan massif maka akan berpotensi merusak, menghancurkan dan bisa meluluh-lantakkan apapun.

Masa gak paham sejarah terkait kerusuhan massal atau konflik horizontal yg diakibatkan provokasi seperti itu, baik yg terjadi di luar negeri (Rwanda, Suriah, dsb), ataupun yg terjadi di tanah air..? Silahkan baca postingan tentang akibat provokasi hoax: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10210665051087343&id=1380159371

Adalah tindakan yg benar jika bibit-bibit api yg masih kecil ini cepat ditumpas daripada nanti membesar, meledak dan sulit dipadamkan. Risk Management, preventif.

Paling banter juga kalo udah meledak menjadi konflik berdarah, mereka yg sok iyes itu akan cari selamat, kabur duluan ke luar negeri. Tetap aja yg jadi korban mah masyarakat awam yg ikut terlibat dan berada dalam pusaran konflik. Dapat duit juga kagak.. yg ada malah ngeluarin duit.. sumbang sana sumbang sini, ditipu hoax.. :D 

Jadi para aparat tidak perlu ragu untuk menindak tegas para Pembuat Bibit-bibit Kerusakan seperti itu.

Dan sangat aneh jika ada pihak yg tidak setuju, nyinyir, bahkan menganggap "tebang pilih" ataupun "pendzaliman" dalam upaya Penindakan ini. Apakah pihak-pihak yg berpendapat seperti itu merupakan simpatisan atau pendukung Sindikat Saracen...? Apakah mereka menginginkan konflik horizontal terjadi sesama rakyat Indonesia..? Apakah mereka tidak ingin negara ini aman tenteram..? Kenapa.. apakah dibalik itu semua ada keuntungan (ekonomi, politik) buat kepentingan pribadi/kelompoknya..?

Terus, jika melihat pola "giring opini" nya, gayanya itu seperti cara-cara yg sering dipakai oleh kelompok pemberontak sebelum melakukan aksi puncak pemberontakannya. Jika melihat pola "provokasi" nya, seperti tuduhan PKI, Antek, dll, itu gayanya mirip gaya politik Orba dalam membungkam lawannya. Dan jika melihat pola "goreng isu" nya terkait anti Jokowi atau anti kebijakan/Pemerintah, itu gayanya kebalikan dari Opsus era Orba (operasi Jaring).

Jadi curiga, ada "sentuhan" siapa sich di belakangnya..?

Semoga...

#ombad  #turnbackhoax #saracen

28 August 2017

HOAX; SUBVERSIF, KERUSUHAN & PERANG

Kejahatan yg dilakukan Sindikat Saracen seharusnya digolongkan dalam tindakan Subversif atau Terorisme. Kenapa..? Karena provokasi hoax bisa menyebabkan terjadinya kerusuhan sipil akibat konflik horizontal, bahkan antar negara pun bisa Perang dan hancur.

Sejarah mencatat banyaknya korban nyawa akibat berita hoax atau fitnah, diantaranya:

1. Perang Shiffin (657 M), pasca terbunuhnya Khalifah 'Ustman bin Affan ra., umat Islam saling menebar berita hoax tentang pembunuhan tersebut (untuk kepentingan politik) sehingga terjadi perpecahan pertama dalam sejarah Islam. Sampai akhirnya terjadi peperangan antara kubu 'Ali dengan kubu Muawiyah, serta lahirnya sekte-sekte dalam Islam. Karena itu, tak aneh jika Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib kw. buru-buru menasihati umat Islam agar jangan terjebak dalam kekacauan tersebut lantaran terprovokasi oleh berita bohong.

2. Perang AS - Spanyol di Amerika Selatan (1889), akibat hoax koran Morning Journal (kepunyaan William Hearst), menyebar kabar bohong dan menyeret opini publik, antara lain tentang serdadu Spanyol menelanjangi perempuan AS. Tujuan Hearst adalah bisnis, karena sejak perang berkecamuk, oplah Morning Journal berlipat ganda.

3. Perang Dunia II (1939), yg dipicu kabar hoax dari Adolf Hitler dengan mengabarkan kepada parlemen Jerman, militer Polandia telah "menembaki tentara Jerman pada pukul 05:45." padahal tentara Jerman sendiri yg membunuh pasukan perbatasan Polandia. Dan sejak 1938, Jerman sudah mempersiapkan pendudukan terhadap Polandia.

4. Perang AS - Vietnam (1964), akibat berita hoax yg dibikin oleh Menhan Robert McNamara yg mengatakan kapal perang USS Maddox ditembaki kapal Vietnam di Teluk Tonkin itu mendorong Kongres AS menerbitkan resolusi dan ini menjadi landasan hukum buat Presiden Lyndon B Johnson menyerang Vietnam.

5. Perang Teluk (1991), akibat hoax seorang remaja putri Kuwait, Nariyah, yg bersaksi palsu di depan kongres AS tentang kebiadaban prajurit Irak yg membunuh puluhan balita. Belakangan ketahuan Nariyah adalah putri duta besar Kuwait dan kesaksiannya merupakan bagian dari kampanye perusahaan iklan, Hill & Knowlton atas permintaan pemerintah Kuwait.

6. Pembantaian Rwanda (1994), akibat hoax dari media majalah Kangura yg terus-menerus menyebarkan propaganda kebencian terhadap Tutsi sehingga memicu kebencian ras. Dalam waktu 100 hari, sekitar 800.000 orang etnis Tutsi dibantai oleh ekstremis etnis Hutu yg merupakan etnis mayoritas di Rwanda. Etnis Tutsi yg jumlahnya lebih sedikit menjadi bulan-bulanan dan target genosida. Dan makin meluas, tidak hanya etnis Tutsi saja yg jadi korban, bahkan lawan-lawan politik para pembantai, apa pun asal etnis mereka, turut diseret dalam pembunuhan ini.

7. Perang AS - Irak (2003), akibat hoax Menlu AS, Colin Powell yg mengatakan Irak memiliki senjata pemusnah massal. Meski tak mendapat mandat PBB, Presiden AS George W. Bush, akhirnya tetap menginvasi Irak buat meruntuhkan rejim Saddam Hussein. Hingga kini senjata biologi dan kimia yg diklaim dimiliki Irak tidak pernah ditemukan.

8. Perang Suriah (2015), akibat berita hoax tentang pembantaian oleh Rezim Bashar Assad -termasuk provokasi bahwa yg terjadi adalah ‘perang antar-mazhab’- baik lewat tulisan atau pun foto hoax. Akibatnya, ratusan ribu orang merasa perlu berjihad memerangi Assad, dan puluhan ribuan orang tewas.

9. Dan yg terbaru, ketegangan Saudi - Qatar (2017), putus hubungan diplomatik, akibat hoax terkait tulisan berita Qatar, Qatar News Agency, tentang sikap Qatar yg pro-Ikhwanul Muslimin, Iran, dan Hizbullah, meski pemerintah Qatar mengatakan bahwa hacker telah membuat kutipan palsu dari Emir dan Menlu Qatar.

Belum lagi kasus-kasus kerusuhan yg terjadi di Indonesia yg diakibatkan provokasi hoax, seperti :

- Konflik Ambon, akibat hoax yg memprovokasi berita. Dan ribuan orang menjadi korban, baik menjadi korban jiwa, korban sebagai pengungsi, maupun korban karena trauma yg dideritanya.

- Kerusuhan Curug, akibat hoax, ribuan orang dari tiga desa berbeda merusak puluhan rumah di Desa Curug Kandanghaur, Indramayu.

- Kerusuhan Abepura, akibat hoax pembakaran injil, ratusan massa mengamuk di Abepura, Jayapura.

- Kerusuhan Tanjung Balai, akibat hoax dan propaganda medsos, sehingga terjadi aksi pengrusakan kelenteng akibat kebencian SARA di Tanjung Balai Asahan.

Itulah kenapa "Fitnah lebih kejam daripada Pembunuhan", dan itu pula kenapa tukang fitnah atau penyebar hoax (namimah) ini oleh Rasulullah SAW pun dicap sebagai MANUSIA TERBURUK.

أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِينَ إِذَا رُؤُوا ذُكِرَ اللَّهُ تَعَالَى ثُمَّ قَالَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمُ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفْسِدُونَ بَيْنَ الأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ للْبُرَآءِ الْعَنَتَ

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kalian aku beritahu siapa orang-orang terbaik di antara kalian..?"
Para Sahabat menjawab, "Mau, wahai Rasulullah."
Beliau bersabda, "Yaitu orang-orang yg jika mereka terlihat maka nama Allah pasti disebut-sebut."
Beliau melanjutkan, "Maukah kalian aku beritahu siapa orang-orang TERBURUK di antara kalian..? Yaitu orang-orang yg suka ke sana kemari menebarkan desas-desus, merusak (hubungan) di antara orang-orang yg saling mencintai, dan berusaha menimbulkan kerusakan serta dosa di tengah-tengah orang yg bersih." (HR. Ahmad)

Udah mah namimah itu paling buruk, ini dibisniskan lagi, ya paling buruk kuadrat.

Semoga....

#ombad #tasawuf #turnbackhoax