Showing posts with label Makar. Show all posts
Showing posts with label Makar. Show all posts

23 May 2019

LAILATUL QADAR VS LAILATUL MAKAR

Tidak akan ada asap jika tidak ada api yang selalu ditiup-tiupkan sebelumnya. Tidak akan ada pohon jika tidak ada benih yang selalu dipupuk sebelumnya.

- Seruan Damai tidak akan efisien jika pada hari-hari sebelumnya selalu dimunculkan Narasi Kebencian (termasuk dakwah caci-maki, kebencian & provokasi) serta Narasi Ketidak-percayaan kepada aparat hukum, lembaga & Pemerintah selalu ditanamkan kepada para pendukungnya.

- Jika pemimpin unjuk rasa tidak bisa menjamin akan tercampuri "provokator yang menyusup" maka rasa akan jadi mudharat, maka Pemimpin/pencetus unjuk rasa harus bertanggungjawab.

- Jika memang ustadz, mendingan mengajak peserta unjuk rasa itu untuk ibadah shalat maghrib, dzikiran, shalwatan, shalat isya serta taraweh bersama daripada ikut dorongan hawa nafsu untuk unjuk rasa.

Jadi, mumpung sedang ramadhan mendingan mencari Lailatul Qadar daripada Lailatul Makar.


Semoga..
#ombad

20 May 2019

MAKAR AKAN KARMA

Dikisahkan..
Seorang Arab badwi datang menemui al-Muktashim lalu ia menjadi orang dekatnya sehingga bisa masuk menemuinya tanpa meminta ijin. Kedekatan ini membuat iri salah seorang Menteri al-Muktashim, lalu ia berkata di dalam hati: "Jika saya tidak merekayasa pembunuhan badwi ini, ia bisa mengambil hati Amirul Mukminin dan menjauhkan aku darinya."

Menteri itupun berlemah lembut kepadanya hingga berhasil mengajak badwi tersebut datang ke rumahnya. Ia memasak makanan untuknya dan memperbanyak bawang putih di dalam makanan tersebut. Setelah badwi ini makan makanan tersebut, menteri berkata kepadanya: "Hati-hati, jangan mendekati Amirul Mukminin agar tidak mencium bau bawang dari mulutmu lalu terganggu karena beliau tidak menyukai baunya."

Lalu sang Menteri datang menemui al-Muktashim empat mata dan berkata kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya orang badwi itu mengatakan kepada orang-orang bahwa 'bau mulut Amirul Mukminin tidak sedap hingga membuatku terganggu'."

Ketika masuk menemui al-Muktashim, orang badwi itu menutup mulutnya dengan lengan bajunya karena khawatir al-Muktashim mencium bau bawang dari mulutnya. Melihat hal ini, Amirul Mukminin pun berkata: "Apa yang dikatakan menteri tentang orang badwi ini benar."

Kemudian ia segera menulis surat kepada salah seorang Gubernurnya: "Bila suratku ini sampai kepadamu maka bunuhlah pembawanya."

Kemudian al-Muktashim memanggil orang badwi dan memberikan surat kepadanya seraya berkata: "Bawalah surat ini kepada si Fulan dan bawalah jawabannya kepadaku."

Orang badwi pun melaksanakan perintah al-Muktashim dan mengambil surat tersebut, lalu keluar. Ketika sampai di pintu, ia bertemu dengan Menteri lalu sang Menteri bertanya: "Mau ke mana..?"

Orang badwi menjawab: "Mau mengantarkan surat Amirul Mukminin kepada Gubernur Fulan."

Menteri berkata di dalam hati, dari tugas ini si badwi akan mendapat uang banyak, lalu ia berkata kepadanya: "Bagaimana jika aku gantikan tugas itu agar kamu terbebas dari kelelahan ini dan aku ganti kamu dengan uang 2000 dinar.."

Orang badwi menjawab: "Kamu pimpinan dan berkuasa. Laksanakanlah jika sudah menjadi pendapatmu."

Menteri berkata: "Berikanlah surat itu kepadaku.."

Lalu badwi itu memberikan surat kepadanya. Menteri pun membawa surat ke tempat tujuan. Setelah membaca surat, Gubernur memerintahkan agar Menteri tersebut dibunuh.

Setelah beberapa hari, Khalifah al-Muktashim teringat urusan orang badwi tersebut dan bertanya tentang menterinya. Lalu diberitahukan bahwa beberapa hari ini sang menteri tidak datang, sedangkan orang badwi tinggal di kota. Khalifah pun heran dan memerintahkan agar orang badwi itu dihadirkan.

Setelah orang badwi itu dihadirkan, Khalifah bertanya tentang keadaannya, lalu orang badwi memberitahukan kesepakatan yg telah dibuat antara dirinya dan Menteri.

Khalifah bertanya: "Apakah kamu pernah mengatakan bahwa bau mulut saya tidak sedap..?"

Badwi: "Wahai Amirul Mukminin.. Saya berlindung kepada Allah dari pembicaraan yg tidak saya ketahui. Itu semua adalah Makar dan Kedengkian sang Menteri."

Kemudian orang badwi ini memberitahukan kepada Khalifah bagaimana sang menteri membawanya masuk ke rumahnya lalu memberinya makanan yg banyak bawangnya.

Amirul Mukminin: "Terkutuklah Kedengkian..! Sungguh adil, orang yang menjadi korban pertamanya adalah pelakunya."

Kemudian orang badwi diangkat menjadi Menteri, ia menjadi Menteri karena kedengkian seorang Menteri.

Sumber :

Kitab Zad al-Murabbin, Ibrahim al-Khalidi.

**

Berhati-hatilah dengan makar dan rencana jahat, karena Allah menetapkan hukum tentang makar dan rencana jahat ini di dalam ayat-Nya:

Rencana jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan (yang telah berlaku) pada orang-orang terdahulu.” (QS. Fathir: 43)


Semoga...
#ombad 15 #ramadhan 1440 H.

09 May 2019

BUGHAT (MAKAR, PEMBERONTAK)

BUGHAT adalah sekelompok umat Islam yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah yang diangkat oleh kelompok mayoritas umat Islam. Mereka menolak menunaikan kewajibannya. Mereka memerangi umat Islam berdasar suatu pemahaman hukum yang bertentangan dengan yang disepakati umat Islam. Mereka mengklaim kebenaran dan kekuasaan adalah milik mereka." (Syeikh Mustafa Dib Al-Bugha, Al-Tadzhib Fi Adillah Matn Ghayah Wa Taqrib)

"Dan jika dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu memberontak, maka perangilah golongan yang memberontak itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah." (QS. Al-Hujurat: 9)
 
Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

Barangsiapa yang keluar dari ketaatan --kepada Imam atau Kepada Negara-- dan memisahkan diri dari jamaah kemudian mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah ra.)

Banyak cara agar para penduduk ikut Makar, salah satunya adalah slogan-slogan Fitnah atau Hoax. Ajakan ini terlihat indah di awalnya, banyak menipu orang-orang bodoh karena memakai slogan-slogan yg indah bahkan bisa atas nama Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Dalam Shahih Bukhari bahwa Sufyan bin Uyainah berkata dari Kholaf bin Hausyab; Dahulu mereka suka membawakan sya'ir ini di saat terjadi fitnah:

الحرب أول ما تكون فتية
تسعى بزينتها لكل جهول
حتى إذا استعلت وشب ضرامها
ولت عجوزا غير ذات حليل
شمطاء ينكر لونها وتغيرت
مكروهة للشم والتقبيل

"Perang (revolusi) itu di awalnya bagaikan gadis, yang memperlihatkan kecantikannya bagi orang yang bodoh, sehingga ketika fitnah telah menyala dan menjadi besar, ia berubah menjadi janda yang tua, rambutnya memutih dan warna kulitnya berubah, baunya tak enak dan tidak enak dicium."

Fitnah juga bisa menghilangkan akal seseorang yang cerdas. Slogan-slogan fitnah akan memukau emosi, perasaan dan psikologinya, sehingga Crocbrainnya menjadi lebih berperan.

"Aku mengkhawatirkan fitnah atas kalian bagaikan asap. Hati seseorang mati padanya sebagaimana mati badannya." (Abdullah bin Mas'ud ra., Kitab Fitan)

Dan daya rusak akibat fitnah/hoax ini sangat besar, penyebarannya amat cepat menjadi besar, sehingga sulit dipadamkan.

"Fitnah apabila telah menyala membuat lemah orang-orang yang berakal untuk mencegah orang-orang yang lemah akalnya."  (Ibn Taimiyah ra., Minhajus Sunnah)

Dan sejarah telah membuktikannya.

Semoga..
#ombad #bughat #makar