Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

01 August 2019

WANITA DALAM QURBAH

Semua yang ada di dunia ini merupakan cerminan (tajalli) Tuhan, termasuk di dalam diri manusia pun tercermin Pantulan Tuhan, khususnya dalam diri seorang wanita. Bagi seorang lelaki, wanita adalah tempat paling sempurna sebagai tajalli Tuhan.

"Cinta wanita adalah milik Kesempurnaan Makrifat." (Ibn Arabi ra.)

Manusia (baca : wanita) merupakan miniatur semesta atau mikrokosmos, yang dalam dirinya tercermin bagian-bagian dari jagat raya. Dia mampu mengaktifkan imajinasi kreatif calon pecinta, dan bisa jadi "tangga" dalam mengoptimalkan kecintaan seorang hamba-Nya, lalu sang diri pun bisa "menyerap" sifat-sifat dibalik setiap nama-Nya.

"Wanita adalah tipe leluhur dari keindahan di bumi, namun keindahan di bumi ini tak ada artinya kecuali menjadi manifestasi dan pantulan dari sifat-sifat Ilahi." (Maulana Rumi, Mastnawi)

Menurut para sufi, wanita merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan derajat kewaliannya, karena kualitas derajat ini ada hubungannya dengan kualitas rasa dalam mencintai dan menyayangi.

Itu makanya Syeikh Ibn Arabi ra. mengatakan,

Barangsiapa yang ingin menjadi Sufi, hendaknya menjadi perempuan dulu. Maksudnya, hatinya harus Lembut dan didominasi Kasih Sayang.”

Begitu juga, Hadist ini mengandung esensi yang sangat dalam dalam konteks mencapai Mahabbah (cinta kepada Tuhan),

Rasulullah SAW bersabda,

حبب إليّ من دنياكم ثلاث : الطيب ، والنساء , وجعلت قرة عيني في الصلاة

Tiga hal dari dunia ini yang aku cintai, yaitu: Wangi-wangian, kaum Wanita dan kesejukan mataku ketika Shalat." (HR. Ibn Majah)

Jadi jangan melihat wanita sebagai sumber maksiat, tetapi sebagai "sarana" mencapai Tuhan dan tetap dalam koridor "janganlah sampai anak istrimu jadi fitnah bagimu". Bukankah inti dari bertasawuf itu kebersihan hati dalam upaya mencapai kedekatan dengan Tuhan..?

Dalam proses "pendekatan" (qurbah) kepada Tuhannya, seperti halnya cinta seorang laki-laki kepada wanitanya, maka begitupun kepada Tuhannya, ada kerinduan untuk "bersatu dengan-Nya", karena penyatuan ini adalah simbol kerinduan, kecintaan dan kasih sayang seorang hamba kepada Tuhannya, dan begitu juga sebaliknya.

Kenapa proses dalam pendekatan kepada Tuhan ini lebih dominan dalam sisi Jamaliah (keindahan, kelembutan) atau dengan kata lain dominan aspek Feminin..? Karena keberlangsungan alam ini terkait dengan kegiatan menciptakan, menumbuhkan yang baru, regenerasi, atau cerminan sifat Tuhan Al-Warist (pewarisan).

Wanita dipilih Tuhan menjadi salah satu cermin-Nya, karena segala sesuatu di alam semesta (manusia) ini bersumber dari rahim seorang wanita, seperti halnya segala penciptaan yang bersumber dari Tuhan. Iya, aspek Feminin lah yang mampu menerima tindakan "maskulin", menyimpan benih, menumbuhkan dan terlibat dalam kegiatan penciptaan.

Jadi jangan menyangka bahwa wanita itu sebagai makhluk yang lemah atau nomor dua, justru wanita itu jauh lebih kuat ketimbang laki-laki, buktinya sih sederhana, bukankah hanya laki-laki aja yang butuh obat kuat..?


Semoga..
#ombad #tasawuf

07 June 2019

PASANGAN : SPARING PARTNER

Ada cewek-cewek yg kesadarannya melebihi usianya. Biasanya, ini terjadi pada cewek-cewek indigo. Hal ini terjadi karena perkembangan otak, memori ataupun pemikirannya lebih cepat, terutama EQ nya. Karena cewek ditakdirkan lebih labil baik dari pikologis maupun pemikirannya, maka akan butuh sandaran agar merasa aman (secure) untuk antisipasi (eliminasi) sifat labilnya.

Kondisi seperti ini secara tidak langsung akan memaksa para cowok untuk "mempercepat" kematangannya, karena harus ada cowok (calon pendampingnya) yg secara pemikiran (kesadaran, psikologis) lebih stabil dan bisa jadi sparing partner. Nanti kalau si cowoknya lebih "muda" pemikiran (kesadaran atau psikologisnya), maka si cewek akan susah sendiri karena rasanya akan seperti ngasuh.. 😀

Sparing partner di sini bisa bermakna :

- Pengasuh,
- Lawan tanding,
- Tempat bersandar,
- Pelampiasan.

Itulah kenapa, si cowok harus lebih "dewasa" atau "matang", dalam arti menguasai medan, menguasai permainan dan bisa mengatur irama. Hal ini bukan diartikan si cowok yg harus memegang kendali, tetapi lebih diarahkan agar memudahkan terjadinya simbiosis mutualisma dalam kesetaraan dan keseimbangan yang harmonis.

Maulana Jalaluddin Rumi dalam Fihi Ma Fihi menggambarkan bahwa betapa pentingnya keduanya karena berhubungan dengan semua aspek kehidupan :

Dan bukankah interpretasi mistis dari huruf pertama abjad Arab, yang ramping dan tegak, alif, dengan nilai numerik satu, sebagai manifestasi pertama Keesaan Tuhan; dan huruf kedua, merupakan permulaan penciptaan alam semesta..? Karena huruf pertama Alquran adalah ‘ba’ dalam kata Bismillah, “Dengan nama Allah”.

Dengan adanya kecenderungan umum dalam Islam untuk mengorganisasikan segala sesuatu ke dalam dua kelompok serta melihat segala penciptaan berdasarkan kedua aspek ini, bagaimana mungkin sisi-sisi Maskulin dan Feminin dalam kehidupan tidak dianggap sama-sama penting..?

Karena tanpa kerja keduanya, tak akan ada kehidupan baru di muka bumi.


Semoga..
#ombad #tasawuf

17 January 2019

WANITA ITU....

Ada kisah super tentang dahsyatnya suatu kekuatan.. mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya.

Imam Adz-Dzahabi ra. menyebutkan dalam kitab Siyarnya bahwa murid-murid Imam Abdur Razzaq As-Son'ani mengetuk pintu dengan keras, maka Beliau keluar dalam keadaan marah, sambil berkata:

"Demi Allah aku tidak akan mengajar pada kalian selama sebulan.."

Maka para murid menyesal dan minta tolong kepada tetangganya, namun gurunya tetap menampiknya. Para murid pun minta tolong ke sahabat gurunya, namun tetap juga sang guru menampik.

Akhirnya para murid mendatangi istri gurunya dengan membawa hadiah dan meminta tolong padanya...

Dan pada suatu hari gurunya memanggil para murid untuk belajar.

Spontan para murid terkejut dengan sikap gurunya yg lapang dada dan menerima mereka kembali.. dan memandang para muridnya dengan tersenyum.

Dan Sang Guru pun berkata,

"Pensyafaat (penolong) itu bukan orang yg mendatangimu dalam keadaan bersarung, akan tetapi perumpamaan penolong itu seseorang yg mendatangimu dalam keadaan telanjang.."

Kondisi seperti di atas mirip dengan penjelasan Maulana Jalaludin Rumi terkait hubungan laki-laki dan wanita. Rumi menyimbolkan laki-laki dengan Air dan wanita disimbolkan sebagai Api.

Air mampu memadamkan api, namun jika ada perantara antara air dan api maka api akan membuat air mendidih dan mengubah air menjadi uap.

Jadi secara hakikat, Wanita lebih mampu mendominasi laki-laki sebab wanita bisa menguasai jiwa dan hati seorang laki-laki.

Semoga..
#ombad #tasawuf

28 July 2018

FEODALISME MASKULIN

Sy menemukan tulisan ini di sebuah grup. Bagi sy, ini adalah bentuk "feodalisme" dalam suatu sistem kepemimpinan.

Sebagai seorang Pemimpin di keluarga, harusnya si suami yg pertama kali melakukan langkah-langkah tertentu agar istrinya secara sadar dan ikhlas melakukan poin-poin seperti di bawah.

Jadi memaknai Pemimpin itu jangan seperti seorang raja di hadapan rakyatnya, atau seorang atasan di hadapan bawahannya. Jangan seperti budaya feodal. Salah satu tugas pemimpin itu adalah bagaimana membuat rakyatnya manut dan ridho dengan sendirinya atas dasar kecintaan dan keikhlasan, dan bukan karena paksaan atau ancaman.

Bukankah Pemimpin dalam konteks agama itu seorang yg melayani dimana ia harus mendahulukan kepentingan rakyatnya daripada kepentingan sendiri..?

Ini tulisannya:

10 LANGKAH SEORANG ISTRI MENUJU SURGA.

1. Seorang Isteri harus menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa laki² adalah pemimpin kaum wanita.
(Harusnya dibalik, apa yg harus dilakukan si suami sebagai pemimpin agar istrinya bisa sadar dan ikhlas dengan sendirinya).

Dan silahkan renungkan sendiri bagi para suami untuk point berikutnya ini:

2. Seorang Isteri harus menyadari bahwa hak (kedudukan) suami satu tingkat lebih tinggi dari isteri.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

3. Seorang Isteri harus taat kepada suami selama bukan kemaksiatan.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

4. Seorang Isteri tidak boleh keluar rumah dengan alasan apapun tanpa izin suami.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

5. Seorang Isteri wajib memenuhi keinginan suami dalam nafkah batin (kecuali dengan suatu alasan yg kuat terpaksa menolaknya).
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

6. Seorang Isteri harus mendahulukan kepentingan suami dibanding apapun. Termasuk kepentingan orang tua.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

7. Seorang Isteri harus menjaga kehormatan dirinya jika suami tidak ada.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

8. Seorang Isteri harus menjaga harta juga kehormatan suami baik saat ada ataupun sedang tidak di rumah.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

9. Seorang Isteri harus senantiasa mempercantik dirinya di depan suami.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

10. Seorang Isteri berusaha menyenangkan hati suami dengan raut wajah yg tampak berseri.
(suaminya dulu yg harus gimana..?)

Mudah-mudahan bisa difahami.. karena Baik itu menarik Baik, dan juga Kepemimpinan itu adalah Keteladanan.

Masa Pemimpin yg harus duluan dilayani.. emangnya jaman penjajahan..?

**

Menurut Quran, Laki-laki adalah pemimpin wanita.. :D

Tapi kebanyakan laki-laki mendefenisikan 'Pemimpin' itu dengan melihat contoh yg ada, seperti seorang Raja, atau para pejabat.. :D

Kalo sy pribadi 'melihat' ayat tsb konteksnya dalam kualitas kedekatan kepada Allah, dimana seorang Pemimpin itu kualitasnya harus lebih dekat Allah daripada yg dipimpinnya, dan begitupun si Laki-laki kualitasnya harus lebih dekat ke Allah daripada wanita.

Dengan begitu, maka 'organisasi' dlm kepemimpinannya tetap teguh dalam kasih sayang. Tetap Objektif & tidak terpengaruh nafsu-nafsu (pensifatan 'wanita') 

Rasulullah SAW bersabda :

 

لاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ الْأَعْظَمُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


"Kalian semua adalah pemimpin, bertanggung jawab atas kepemimpinannya, Amir yang dipilih oleh manusia adalah pemimpin, dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya, seorang laki-laki menjadi pemimpin bagi keluarganya, dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak suami, dia akan ditanya tentang kepemimpinannnya, seorang budak menjadi pemimpin untuk memelihara harta majikannya, diapun akan ditanya tentang hartanya, ketahuilah masing-masing kalian adalah pemimpin, kalian akan ditanya tentang kepemimpinan kalian." (HR. Bukhari) 

**Itulah kenapa Sanad keilmuan ada di Laki-laki dan begitupun rantai Washilah dalam tasawuf..


Semoga...
#ombad #tasawuf

05 September 2017

KETIKA WANITA KASAR

Dengar rekaman cekcok pasutri dimana si istri (PNS BNN) ngomongnya kasar sekali, kayak kebon binatang.. sampai akhirnya si suami mungkin gak kuat nahan emosi.. meledak dan membunuh istrinya.. kasihan... ke mereka berdua.. Malah katanya si istri selain sering meluapkan emosinya dengan kata-kata binatang dan mengancam suaminya dengan senjata api, ia juga bahkan berani menganiaya suaminya..
Busyet... Ini istri atau preman..?!

Cantik.. iya memang cantik.. cuma kalo para lelaki tahu sifatnya kasar kayak gitu, pasti gak akan ada yg mau.. Ahh, tampilan luar memang begitu menggoda.. meski hanya sebatas kulit dan bungkus..

Padahal kalo dengar kata "Muslimah" itu yg terbayang adalah seorang wanita yg Anggun, Lembut, Berakhlak (solehah), dan Halus/sopan tutur katanya. Dan bukannya wanita yg mudah naik darah, emosian, pemarah, cemburuan, tinggi hati, cerewet, dsb.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ


Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik..?"
Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.." (HR. Nasai & Ahmad)

"Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada anggota suatu keluarga maka Allah memberikan sikap lemah lembut kepada diri mereka.." (HR. Ahmad)

Dan benar kata Rhoma Irama, ehh.. kata Rasulullah SAW,

Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”

Karena lelaki itu sekuat dan sekuasa apapun akan jadi "lemah" jika berhadapan dengan Kehalusan, Kelembutan dan Perhatian... seperti biasa yg diberikan oleh ibunya.

Semoga...

#ombad #tasawuf