Showing posts with label Ashobiyah. Show all posts
Showing posts with label Ashobiyah. Show all posts

17 May 2019

SAKIT HATI YES, SAKIT JIWA NO

Melawan Pemerintah yg sah itu termasuk BUGHOT dan itu BUKAN JIHAD. Bughot itu sangat dilarang dalam Islam, haramnya juga Haram Mugholladhoh.. 😛

Alasan Jihad pun harus jelas, dimana fatwanya itu tidak sembarangan, harus dari seorang Mujtahid, karena Jihad itu harus fi sabilillah (lurus dalam "jalan" Allah) dan tidak tercampur hawa nafsu yg paling samar sekalipun. Dan yg mewakili Allah itu adalah para Rasul-Nya yg sudah jelas ma'sum dan dijamin surga, serta juga para Ulama yg sudah jelas Ulama Warosatul Anbiya, bukan yg ulama-ulamaan.

Lha ini.. ngapain juga mengatas-namakan Jihad untuk bela orang yg gak jelas (gak dijamin) masuk surga..? Mendukung kok sampai sedemikian fanatiknya, bukankah 'Ashobiyah (ta'ashub) itu dilarang dalam agama..?

Ini tentang 'Ashobiyah :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10202400194871103&id=1380159371

Belajar agama di mana sih.. udah tua kok masih mau dibutakan urusan politik..? Sikap fanatik seperti itu bisa merugikan diri sendiri lho.. banyak contohnya yg sudah kena kasus hukum, ujaran kebencian, kena UU ITE.. itu kan namanya mendzalimi diri sendiri.

Mendingan belajar ke Luna Maya aja deh. Luna, meskipun selama 5 tahun yakin akan jadi istri Reino, tapi ketika KUA mengumumkan secara resmi bahwa Reino berpasangan dengan Syahrini, Luna tidak pernah menuduh KUA curang. Luna juga tidak pernah berniat mendemo KUA, bahkan tidak mau menggalang teman-temannya melakukan People Power untuk menjatuhkan pasangan Reino - Syahrini. Kalah itu memang menyakitkan, tapi Luna legowo, dan mungkin itu yang terbaik bagi Luna Maya.

Bolehlah kalau mau mendukung sepenuh hati, setidaknya jika jagoannya kalah paling banter juga Sakit Hati, tetapi janganlah sampai mendukung sepenuh jiwa, soalnya nanti kalau jagoannya kalah bisa jadi Sakit Jiwa..!

Tapi yg lebih baik itu,

"Cintailah sekedarnya dan Bencilah sekedarnya. Sungguh ada orang-orang yang berlebihan mencintai orang lain, sehingga mereka menjadi hancur. Dan ada orang yang berlebihan membenci orang lain, dan merekapun akan hancur. Engkau jangan berlebihan dalam cinta juga dalam kebencian." (Ibn Atha'illah ra.)

Rasulullah SAW bersabda,

"Cintailah yang kamu cintai sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi yang kamu cintai." (HR. Tirmidzi)

😛

Semoga..
#ombad #lunamaya

29 October 2018

BERHALA

Suatu ketika...

A : "Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yg tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang."

B : "Itu Surah Al-A'raf ayat 191 kan.. terus kalau ada Berhala..?"

A : "Hancurkan..!!"

B : "Kalau berhalanya ditulisi kalimah Tauhid..?"

A : "nng...anu.. @#£&#£@&.. Eh.. tidak mungkin berhala ditulisi kalimah Tauhid..!"

B : "Tuh.. kain dikibar-kibar, kan bisa jadi berhala itu.."

A : "Lho Antum jangan samakan Berhala dengan Bendera..!"

B : "Lalu apa alasannya di sekolah-sekolah kelompok Antum tidak mau hormat Bendera..?"

A : "Itu karena hormat Bendera sama saja hormat berha... berh... anu.. tapi kita harus memuliakan kalimat tauhid..!"

B : "Iya, memang.. tapi coba lihat.. kalimat tauhid pun bisa jadi keset, tikar, diseret di tanah, bahkan di comberan. Jadi siapa yg memuliakan kalimat tauhid, katanya bela tauhid..?"

A : "nng...anu.. @#£&#£@&.."

B : "Cara memuliakan kalimat tauhid itu sebaiknya tanamkan sedalam-dalamnya kalimat tauhid sampai Ahadiyah dalam bertauhidnya, olahlah lewat lisan, olahlah di dalam dada, tanamkan di dalam hati, sampai bisa mengurangi atau menghilangkan Berhala dalam diri. Nanti kita bisa memahami apa itu Berhala, yg tanpa disadari masih banyak di dalam diri. Ada berhala hijab ikatan keduniawian, berhala hubbud dunya, berhala rasialisme, berhala kesukuan, berhala warna kulit, berhala ego, nafsu, kefanatikan (ashobiyah), termasuk berhala kefanatikan dalam agama."

**

Dan sejarah pun berulang, saat Simbol Kebenaran banyak dibajak untuk tujuan makar, dan mereka yg awam mudah sekali termakan hasutan, sebab awam cenderung berkutat dalam tataran simbol karena minim bekal untuk mengakses substansi, dan karena itu awamlah yg memang dijadikan sasaran tembak.

Semoga..
#ombad

21 June 2018

NAFSU 'ASHABIYAH

Ketika ada perselisihan kelompok/suku, Rasulullah SAW melerainya:

"Tinggalkan perilaku Jahiliyah itu! Itu busuk baunya..!"

Perilaku jahiliyah apa sih yg dilarang Rasul itu? Ternyata adalah ‘ASHABIYAH (FANATISME KELOMPOK).

Untuk memahaminya, harus melihat kondisi adat/budaya Arab waktu jaman jahiliyah, dimana fanatisme kesukuannya sangat tinggi, bahkan fanatisme buta. Masalah pribadi aja bisa sampai bunuh-bunuhan antar suku. Begitu sangat fanatiknya terhadap kelompoknya (suku/kabilah), akhirnya mereka saling membanggakan kelompoknya sendiri dan merendahkan kelompok lain. Kelompoknya sendiri pasti akan dibela mati-matian, terlepas salah atau benarnya, pokoknya benar saja. Akhirnya perselisihan dan pertumpahan darah.

Ternyata sifat jahiliyah ini mulai naik daun lagi ya di jagat politik Indonesia, khususnya di jagat medsos.
Wuihh... Saling sebar-menyebar hoax, fitnah, benci-bencian, jelek-menjelekkan.. dsb. Pokoknya merasa benar aja. Kok bisa kayak gitu ya? Ya, namanya jg penyakit hati 'ashabiyah dan jg penyakit merasa paling benar. Sudah gak jelas lagi mana objektivitas nilai agama, mana nafsu 'ashabiyah.

Malah yg lucu, ustadz atau Kyai pun ikut-ikutan berpihak, jadi aja mirip corong juru kampanye, bahkan mirip provokator. Padahal lebih baik para 'alim ulama ini menjaga kenetralannya, dan tetap konsisten dalam melanjutkan misi Rasulullah dalam menyebarkan Kasih Sayang dan Salam dengan Bijak/Hikmah, dan tidak ikut-ikutan memperuncing suasana 'ashabiyah (dalam politik). Masa tidak paham bahwa di jamaahnya sendiri pun ada yg pro dan kontra... :D


Semoga..
#ombad #tasawuf

05 January 2018

FANATIK, BIKIN BLOON

Pintar, sekolah tinggi-tinggi dan berderet gelar pun tidak menjamin untuk tidak jadi korban propaganda radikalisme. Ada "kecerdasan" lain yg dibutuhkan, yaitu yg berhubungan dengan Spiritual (hati, batin), sehingga tidak melulu didominasi oleh Pikiran atau Emosi saja.

Walau memang, yg radikal dan korban radikalisme itu kebanyakan emang ketiga kecerdasannya terganggu (gak seimbang), sehingga menumpulkan objektivitasnya.

Sikap objektif yg seharusnya dikembangkan pun kalah sama subjektivitasnya. Subjektivitas ini yg akhirnya menimbulkan Fanatisme ('ashobiyah).

Fanatisme ('ashobiyah) memang bisa menghilangkan jalan menuju kebenaran, menutup akal dari pengetahuan baru, menutupi pikiran dari kebijaksanaan, dan bisa mengubah otak menjadi bloon, kerdil dan dungu. Akhirnya ilmu pun cuma tempelan karena "tertolak" fanatisme, dan tidak membentuk Adab.

"A Fanatic is one who can't change his mind and won't change the subject." (Winston Churchill)

Jadi, banyak orang yg berilmu, tetapi tidak menjadi berkah.


Semoga....
#ombad #ramadhan05