Showing posts with label Industri. Show all posts
Showing posts with label Industri. Show all posts

01 August 2018

GARAM INDUSTRI

Lagi ramai tentang Garam.. katanya "garam langka" dan "harga garam melambung".. Garam apa sich yg bikin ramai..?

Soalnya di warung tetangga dan di dapur mah tetap ada garam, dan harganya pun tetap murah, dimana harga garam beryodium bubuk cuma Rp. 1.500 per bungkus.

Ahh, pasti disangkanya Garam Dapur eaa.. :D .. gak usah takut kekurangan garam dapur, udah swasembada garam dapur kok Indonesia itu.. :D

Jadi yang jelas donk, Garam Dapur atau Garam Industri..? Beda jenis tau..! Sok iyes pisan.. :D

Nah.. kalau Garam Industri dari jaman dulu pun masih impor.. kenapa..? Karena salah satu kendalanya di proses produksinya, bukan kayak garam dapur cukup dijemur dan diangin-anginkan, tetapi pembuatan Garam Industri itu harus pakai teknologi membran.. Muahal... Kenapa pakai teknologi membran..? Karena Garam Industri itu kandungan NaCl nya lebih tinggi dari Garam Dapur, yaitu di atas 97%.

Dan sejak lama, impor Garam Industri ini dikuasai Mafia Garam Industri.

Catt.. Indonesia butuh Garam Industri sekitar 2 juta ton/thn.

Teu uyahan.. uyah dapur dibawa-bawa.. :D

#ombad

24 July 2018

BERAS INDUSTRI

Urusan beras di medsos masih ada yg belum bisa terima.. masih "menyalahkan" kenapa ditangkap.. :D

Sy ada pengalaman ketika dulu tahun 96 bergelut dalam produksi Pupuk Majemuk Lengkap Tablet (PMLT), dimana mesin-mesin tabletnya merupakan hasil desain sy sendiri, karena jika beli buatan Belgia 200jt/unit, tapi bikin sendiri mah 40jt/unit.

Meski ini bidang pupuk tapi ada kemiripan karena terkait SUBSIDI.

Pabrik : kelas industri.
Produk : untuk industri.
Bahan : harus harga industri, dan tidak boleh harga subsidi.
Misal.. Harga Urea subsidi (waktu itu) Rp. 1000/kg, sedang Urea industri Rp. 2000/kg.

Jika pabrik membeli Urea Subsidi (yg khusus buat petani dan disalurkan lewat koperasi), lalu hasil PMLT nya dijual ke perkebunan sawit swasta, ya melanggar hukum. Karena bahan baku untuk produk industri ya harus bahan baku industri.

Mirip beli BBM solar (subsidi) buat genset.. dan dipakai buat kebutuhan pabrik (industri), ya gak boleh.

Atau misal dalam urusan bidang pendidikan, silakan jika ada sekolah swasta favorit yg mematok SPP jauh lebih tinggi dari Sekolah Negeri unggulan sekalipun. Prtimbangannya karena selain fasilitas yg lebih baik, juga jaminan input/output buat siswa.

Nah, akan kurang ajar sekali jika sekolah swasta tersebut mempekerjakan guru-guru PNS yg digaji negara, menggunakan buku pelajaran produksi Diknas dan mendapatkan dana BOS.

Jadi yg benar itu, jika sebuah perusahaan mau mempabrikasi beras industri, ya harus tanam sendiri, pupuknya pupuk industri, benihnya pun benih industri

Paham kan..?
Sederhana sih penjelasannya.

:D
Semoga..
#ombad