Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

31 December 2017

EVALUASI

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: "Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu..?"

Ibu (di ujung telepon): "Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya."

Bocah: "Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu."

Ibu: "Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu."

Bocah (dengan sedikit memaksa): "Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yg tercantik di antara rumah-rumah yg berada di kompleks perumahan ibu."

Ibu: "Tidak, terima kasih.."

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yg dari tadi mendengarkannya, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: "Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.."

Bocah: "Maaf, tidak bisa. Makasih."

Pemilik Toko: "Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan."

Bocah: "Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yg bekerja untuk Ibu tadi..!"

**
Moral of the Story..

Masa si Ibu bisa ketipu oleh suara seorang anak kecil.. dan juga, kecil-kecil udah bohongin ibu-ibu di telp..!
Cerita yg kurang mendidik..!! 

Btw, sebaiknya mengevaluasi yg pernah dikerjakan di tahun 2017, untuk memastikan kualitas yg lebih baik di tahun 2018.. 


Semoga...
#ombad #moral #thestory

24 October 2017

SIMPLE SIGN OF MATURITY

Ingat kan quote ini :

"Tua itu pasti, sementara dewasa itu pilihan."

Ada 13 Tanda Kematangan Pribadi :

1. When you stop trying to change others but focus on changing yourself instead.

(Ketika Anda berhenti mencoba untuk mengubah orang lain, tetapi lebih berfokus ke merubah diri Anda sendiri).

2. When you accept people as they are.

(Ketika Anda menerima orang apa adanya).

3. When you understand everyone is right in their own perspective.

(Ketika Anda mengerti bahwa siapapun itu benar menurut sudut pandang mereka sendiri).

4. When you learn to "let go".

(Ketika Anda belajar untuk "merelakan").

5. When you are able to drop "expectations" from a relationship and give for the sake of giving.

(Ketika Anda mampu menghilangkan "ekspektasi" dari sebuah hubungan, dan memberi karena hanya ingin memberi, tanpa mengharapkan balasan).

6. When you understand whatever you do, you do for your own peace.

(Ketika Anda mengerti apapun yang kita lakukan, Andamelakukan untuk kedamaian Anda sendiri).

7. When you stop proving to the world how intelligent you are.

(Ketika Anda berhenti membuktikan kepada dunia betapa pandainya Anda).

8. When you do not seek approval from others.

(Ketika Anda  tidak mencari pengakuan dari orang lain).

9. When you stop comparing yourself with others.

(Ketika Anda berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain).

10. When you are at peace with yourself.

(Ketika Anda berdamai dengan diri Anda sendiri).

11. When you are able to differentiate between "need" and "want" and are able to let go of your wants.

(Ketika Anda mampu untuk membedakan antara "butuh" dan "ingin" dan Anda sanggup untuk merelakan "keinginan" Anda).

12. When you stop attaching happiness to material things.

(Ketika Anda berhenti menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal materi).

13. When you know what you have to do and do it anyway.

(Ketika Anda tahu apa yg harus Anda lakukan dan melakukannya).


Semoga...
#ombad

31 August 2017

TELUR & TEMPE GOSONG

Alkisah pada suatu malam dalam sebuah keluarga yg sederhana, seorang ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, dan membereskan rumah tanpa pembantu. Baru jam tujuh malam si ibu baru selesai menghidangkan makan malam untuk sang ayah. Makanan yg dihidangkan sangat sederhana, hanya berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya karena mengurusi adik yg merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit gosong. Si sulung melihat ibunya sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, karena minyak gorengnya sudah habis.

Mereka menunggu dengan tegang apa reaksi ayahnya yg pulang kerja dan pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Ternyata ... Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan si ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu, terima kasih ya!". Lalu sang ayah terus menanyakan kegiatan anak-anaknya di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, si sulung mendengar si ibu meminta maaf karena telur dan tempe yg gosong itu. Satu hal yg tidak pernah si sulung lupakan adalah apa yg ayahnya katakan: "Sayang, aku suka telur dan tempe yg gosong."

Sebelum tidur, si sulung pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayahnya. Si sulung lalu bertanya dengan sedikit penasaran, "Apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong..?"

Sang ayah memeluk si sulung erat dengan kedua lengannya dan berkata, "Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek. Jadi sepotong telur dan tempe yg gosong tidak akan menyakiti siapa pun."

**
Moral of the Story..
Carilah rumah yg dekat warung nasi, kalo bisa dekat warung nasi Padang.

♡
Semoga...

#ombad #story