Showing posts with label Korupsi. Show all posts
Showing posts with label Korupsi. Show all posts

08 July 2018

SAAT PARA MALING BERKUMPUL

Jika para Maling berkumpul, maka mereka akan merencanakan aksi malingnya seaman mungkin, saling bekerja sama mengamankan hasil rampokannya, dan juga akan selalu memikirkan langkah terbaik untuk membebaskan teman malingnya jika ada yg tertangkap.

Karena bagi mereka, perbuatan maling, mencuri dan merampok itu suatu pekerjaan, jadi suatu kewajaran jika mereka yg tertangkap akan menyebut dirinya sebagai Korban. Karena mereka sudah jadi klepto akut, sehingga tidak akan menyadari bahwa perbuatan malingnya itu perbuatan buruk dan merugikan banyak orang, kan namanya juga udah menganggap sebagai pekerjaan rutin.

Jadi memang mereka yg tertangkap itu adalah Korban, korban keserakahan hawa nafsu malingnya dan korban ketidak-sadaran Kleptomania nya.

Huh... Dasar Ndeso...!

:D
Semoga..
#ombad

17 March 2018

SUAP, BIASA KARENA TERBIASA

Karena sudah terbiasa dilakukan bertahun-tahun, maka suap-menyuap dalam mendapatkan suatu pekerjaan/proyek pun akan dianggap biasa. Selalu alasannya adalah "kalo gak seperti itu mah gak akan dapat kerjaan, iklimnya memang gitu, udah biasa kok.. gimana lagi..?"

Sampai akhirnya, pencari pekerjaan berjanji memberi "uang terima kasih" dan penentu keputusan pun senyum-senyum akan menerima "uang bonus" dan "rezeki tak disangka-sangka" (menurut anggapannya).

Sekolah tinggi dan ilmu gak ada gunanya dalam kondisi seperti ini, karena ini memang cara menguji ilmu, apakah masih berupa pikiran atau sudah masuk ke hati dan seluruh tubuh.

Apa yg bisa menyadarkan "kebiasaan" karatan seperti itu..?

- Suatu pengalaman yg membuat "shock" mental dan psikologis. Dan memunculkan "rasa muak" dan "penolakan" secara nurani. 

- Jika masih belum bisa "berhenti" dengan kebiasaan seperti itu, ya siap-siap dengan "proses pembersihan" ketiga tubuh (fisik, mental/psikologi dan spirit), dan kadang "proses pembersihan" ini terjadi di akhir-akhir waktu dengan tanpa disadari. Yang terasa hanya seperti "siksaan", karena memang itu konsekuensinya. Konsekuensi dari proses pencucian.

Jadi silakan aja mau meneruskan hal-hal seperti itu dan sejenisnya, kan emang menggiurkan.. yg penting, siap-siap aja dengan konsekuensi yg mungkin tidak pernah terpikirkan. Shock teraphy. Mudah-mudahan aja masih bisa dicicil dalam kehidupan di dunia ini.

Seperti itulah Neraka, karena disebabkan adanya simbiosis mutualisma dalam "pernerakaan".

Jadi Dajjalnya di mana dan seperti apa..?
Padahal aturan hukum agama dan negara sudah jelas ada.

Dan berbahagialah orang-orang yg masih dilindungi dan sudah terlindungi dari hal-hal seperti itu.

**

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr ra., ia berkata:

"Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim, dan Ahmad)


Semoga...
#ombad #tasawuf

09 February 2018

AGAMAWAN VS NEGARAWAN

Ketika para Pemuka Agama banyak yg tersangkut suap dan korupsi berkali-kali, rasanya sulit percaya lagi kepada para Agamawan yg ada di lingkaran politik, seperti dibohongi berkali-kali. Dan ujungnya mah sama saja, suap dan korupsi demi harta berlimpah dan kemewahan.

Agamawan yg suka mengatas-namakan agamanya itu ternyata hanya menipu, untuk kepentingan syahwat dan nafsu.
Mereka yg fasih ayat-ayat itu ternyata dipakai buat menggasak duit rakyat.
Mereka yg koar-koar dalil suci itu ternyata buat dapat suap daging sapi.
Mereka yg terlihat ramah dan baik itu ternyata bersifat serakah dan munafik.

Ada apa dengan semua ini?
Kualitas individu & Integritas moral ternyata sulit dilihat, karena lisan dan tampilan tidak bisa dijadikan ukuran. Asma Allah sekedar ucapan, shalat sekedar gerakan, puasa sekedar lapar, serta ibadah-ibadah lain pun sekedar hiasan. Semua itu ternyata masih belum bisa mengalahkan nafsu tamak dan serakah akan dunia.

Hal yg wajar jika sebagian umat merindukan sosok ideal Agamawan yg bisa dipercaya, dibanggakan, dielu-elukan dan bisa mengobati rasa tekor eksis, walau untuk sementara waktu dan bersiap kecewa seperti dulu. Tetapi jangan salahkan rakyat jika ramai-ramai mencibir, mencemooh dan apriori, karena sudah muak dengan kemunafikan-kemunafikan seperti itu.

Sampai kapanpun, Negara dan Rakyat itu hanya butuh seorang Negarawan yg kompeten. Sekali lagi, hanya butuh Negarawan...! 

Jadi, lebih baik memilih seorang Negarawan daripada Agamawan, karena yg dibutuhkan negara itu seorang Negarawan yg betul-betul kompeten di bidangnya.

Dan satu lagi, kalaupun ada Agamawan yg mau jadi pejabat maka harus betul-betul seorang Agamawan yg dewasa, jadi gak perlu disuapi kayak batita.


Semoga....
#ombad

26 June 2017

MORE THAN IBLIS

Jika lihat kasus-kasus kemarin, ternyata kasus korupsi banyak menyeret orang-orang yg berpenampilan agamis, yg terlihat taat, mungkin ibadah umrahnya pun bolak-balik mirip setrika, serta bahasa kesehariannya pun banyak selipan ngarab.. :D

Ya gak usah aneh, toh Iblis juga dulunya adalah hamba Allah yg paling taat beribadah. Iblis itu kan bukan Liberal, Komunis apalagi Atheis... :D

Cuma bedanya si Iblis mah terjebaknya di Kesombongan, dimana akibat Taat beribadah sehingga merasa derajatnya lebih tinggi serta merasa lebih beriman. Tetapi kalau Koruptor mah terjebaknya di nafsu Serakah dan Rakus.

Cuma kalau dibanding-banding sich lebih parah Koruptor, karena "terlihat Taat" nya itu dipakai buat menutupi Keserakahan dan Kerakusannya.

Jadi bisa saja nanti, kalau si Iblis itu menjadi Terlaknat karena Kesombongannya, tetapi kalau si Koruptor itu bisa lebih parah, selain jadi Terlaknat karena Serakah dan Rakusnya, bisa saja mereka plus Terkutuk karena Menipu dengan "terlihat Taat" nya serta "menipu" Tuhan karena zakat/sedekah pakai duit hasil korupsi.

:D
#ombad

23 June 2017

LOGIKA SEDERHANA VS SOMPLAK

LOGIKA SEDERHANA

Jika di suatu lingkungan (kerja) orang-orang jujur banyak dimusuhi berarti di lingkungan itu pasti banyak Maling.

Jadi kalau ada yg berani menangkap dan melibas para Koruptor, kemudian ternyata yg melibasnya ini dimusuhi bahkan mau "dimatikan", maka sudah pasti yg memusuhi dan mau "mematikan" nya ini para Koruptor.

Pertanyaannya,
Jika KPK dimusuhi sampai mau ada Hak Angket segala oleh DPR, berarti .....?

Sederhana kan logikanya..? :D


LOGIKA SOMPLAK

Lihat gambar di bawah.. Itu contoh logika somplak.

"Pertanyaannya kok #15tahunKPK OTT makin banyak? Bukankah ini pengakuan korupsi tambah banyak? Lalu sukses KPK di mana?"

Logika somplak itu analoginya bisa seperti ini :

Pertanyaannya kok #RibuanParaNabi penjahat makin banyak? Bukankah ini pengakuan kejahatan makin banyak? Lalu sukses Para Nabi di mana..?

Pertanyaannya kok #1300tahunQuran yg dzalim makin banyak? Bukankah ini pengakuan kedzaliman makin banyak? Lalu sukses al-Quran di mana..?

Jadi gak usah koar-koar bahwa ancaman terbesar bagi negara itu Komunisme ataupun PKI, yg jelas-jelas aja yg di depan mata, ancaman terbesar bagi negara itu ya Korupsi, dan pelaku Korupsinya malah bukan Atheis atau Komunis, tapi orang-orang yg merasa paling berakhlaq, beragama dan bertuhan.

Dah gitu aja..

Semoga....

#ombad #ramadhan28

21 June 2017

TANGAN YANG DICIUM RASULULLAH

Seorang pekerja kasar, dengan badan yg kotor hanya memandangi Rasulullah SAW dari jauh. Dia tidak berani mendekat. Rasul pun mendatanginya dan bertanya,

"Kenapa kamu tidak menghampiriku..?"

"Badan saya kotor, penuh debu, ya Rasul. Bagaimana mungkin saya berani menghampirimu."

Lalu Rasul meraih tangannya yg melepuh karena bekerja sangat keras, tangan yg berdebu dan kasar. Telapak yg penuh goresan luka di sana-sini. Lantas Rasulullah pun menciumnya dan berkata,

"Aku mencium bau surga dari tangan ini."

Dan berbahagialah anda yg bekerja dengan baik, dengan halal, untuk menafkahi keluarga. Tidak curang, tidak suap-menyuap, tidak Korupsi atau Maling.

Anda yg tubuh dan pikirannya kecapaian, stress, karena berjihad untuk memenuhi kewajiban dan tetap bersabar dalam Halalan Thoyyiban.

Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (HR Ahmad)

"Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yg tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”.
Maka para Sahabat pun bertanya: 'Apakah yg dapat menghapusnya, wahai Rasulullah..?'
Beliau menjawab: 'Bersusah payah dalam mencari nafkah'.” (HR. Bukhari)

Bergembira dan berbahagialah, karena Rasul yg mulia, mungkin nanti yg akan "mencium" tangan-tangan anda.

Semoga....

#ombad #ramadhan26