Showing posts with label Megalomania. Show all posts
Showing posts with label Megalomania. Show all posts

19 April 2019

DELUSI MEGALOMANIA

"Aku gak percaya kalo kalah, fakta dari manapun tetap tak kupercaya.. karena menurut Akal Sehat, Perasaan, Intuisi dan Keyakinanku pasti menang..!"

"Oh gitu..? Berarti Akal Sehat, Perasaan, Intuisi dan Keyakinannya itu SALAH.. dan itu DELUSI..!"

**

Megalomania : a condition or mental illness that causes people to think that they have great or unlimited power or importance. (Merriam-Webster Dictionary)

Delusi Megalomania itu merupakan penyakit kejiwaan dimana seseorang merasa memiliki suatu bentuk fantasi tentang Kekuatan, Kekayaan, Kemuliaan dan ‘Kemaha-besaran’ di dalam dirinya secara permanen. Salah satu penyebabnya adalah Obsesi yg tidak tercapai terkait 'Kebesaran dan Kemuliaan' tersebut, baik secara pemikiran ataupun perbuatan.

Para penderita Delusi Megalomania, memiliki kecenderungan untuk tetap mempertahankan suatu keyakinan meski telah terbukti berbeda 180° dengan Kenyataan. Ini karena jiwanya harus memenuhi hasrat obsesinya meski dalam bentuk fantasi.

Menurut Sigmund Freud, penyakit kejiwaan ini merupakan akibat dari sebuah narsisisme kedua yg muncul pada seseorang yang mengidap Penyakit Mental.

Dan berbeda dari narsisisme utama yg biasa muncul pada bentuk narsistis kebanyakan, narsistis ini bersifat patologis karena mengarahkan pada Skizofrenia, dengan cara mendorong harapan dan impian dari belakang libido sehingga terpisah dari obyeknya di dunia nyata dan pada akhirnya menghasilkan Megalomania.

 
Semoga...
#ombad

23 July 2018

MEGALOMANIA

MEGALOMANIA ; dari kata MEGALO (bhs Yunani), artinya sangat besar, hebat atau berlebih-lebihan ; dan MANIA artinya terobsesi secara berlebihan terhadap sesuatu.

Megalomania merupakan kondisi psiko-patologis yg ditandai dg fantasi delusi kekuasaan, relevansi atau kemahakuasaan. Sering jg disebut “narcissistic personality disorder”, penyimpangan kepribadian karena menghargai diri sendiri atau kelompoknya secara berlebihan.

Beberapa ciri pengidap Megalomania :

- Merasa paling benar,
- Merasa paling hebat,
- Mereka yg berbeda pendapat dianggap musuh,
- Menganggap kekerasan sebagai sebuah solusi,
- Tidak menyadari prinsip hidupnya keliru, 
- Cenderung berperilaku memberontak atau melawan,
- Mengabaikan norma sosial maupun hukum, dan jg
- Norma agama ditafsirkan seenaknya sendiri untuk pembenaran perilakunya.

Megalomania bisa menjangkiti siapapun yg belum siap secara kejiwaan,

- Seorang guru yg selalu dikelilingi, dihormati dan dipuji-puji murid-muridnya, sampai akhirnya ia merasa jadi 'maha guru'.

- Seorang pejabat, sampai akhirnya merasa jadi 'raja kecil' di lingkungan kerjanya.

- Seorang politikus, yg awalnya sebagai 'wakil rakyat' dan akhirnya merasa 'menguasai rakyat'.

- Dan banyak contoh lainnya, seperti kelompok premanisme, kriminalisme, radikalisme, anarkisme, terorisme, pemberontak, fanatisme, koruptor, dsb.

Artinya, seorang (calon) pemimpin itu harus mampu menjaga kestabilan psikologis/ kejiwaannya dan mempunyai kerangka yg kuat dalam pemikirannya. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan 'terombang-ambing' akibat pengaruh-pengaruh negatif dari orang/lingkungan di sekitarnya.

Dan sebatang pohon yang semakin tinggi, akan semakin kencang jg tertiup angin.

Semoga..
#ombad