Showing posts with label Surga. Show all posts
Showing posts with label Surga. Show all posts

17 June 2020

SURGA NUSANTARA

Solusi dalam menawarkan sesuatu itu tidak terlepas dari Situasi, Kondisi dan Tolak ukur lingkungan sekitarnya.. plis gak usah disingkat, bisi jadi jorang. 

Jika seandainya dulu Islam turun di Indonesia, perumpamaan Surga yg isinya sungai berair jernih, taman-taman berumput hijau, pepohonan rimbun dan berudara sejuk, sepertinya akan kurang menarik, wong di Indonesia ini banyak tempat seperti surga. 

Sungai berair jernih banyak, dari mulai parit, selokan sampai sungai beneran. Taman-taman berumput banyak, mau rumput hijau, rumput gajah maupun rumput plastik aja ada. Pohon-pohon yang rimbun daunnya seabreg, baik itu pohon yang tinggi maupun jenis perdu. Daerah sejuk pun bertebaran di mana-mana dengan hiasan gunung, bukit, lembah, danau dan indahnya pemandangan. Surga semua, paling yang belum surga itu Wifi unlimited gratis. 

"PERUMPAMAAN surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Di sana ada sungai-sungai yang airnya bersih, tidak berubah rasa dan baunya, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. Di sana juga ada sungai-sungai madu yang murni tidak tercampur dengan sesuatu selainnya." (QS. Muhammad : 15) 

Dan termasuk hadiah 72 bidadari bahenol dan semok pun mungkin tidak terlalu menarik bagi sebagian besar umat di Indonesia, kecuali untuk para bangsawan. Kenapa..? 

Ya iya, kebanyakan kan kerja nyangkul di sawah atau jadi nelayan. Boro-boro banyak indehoy dengan 72 bidadari, ngegilirnya gimana.. pulang ke rumah juga badan udah capek sekali. Punya satu aja banyakannya pakai sisa tenaga..

😁  
Semoga..
#ombad

14 November 2019

BIDADARI DALAM PEMISALAN

Seseorang bertanya, "Om, apakah bidadari ada..?" 
 
Pemisalan atau istilah Arabnya "matsala" dalam kitab suci itu akan selalu ada dan banyak. Pemisalan atau metafor-metafor ini ada karena perlu adanya penyederhanaan makna dari sesuatu yang berada di dimensi tinggi dengan kompleksitas serta rasa yang lebih tinggi. Sementara penerimanya berada di dimensi yang lebih rendah dengan bahasa dan akal yang lebih terbatas. 

Seperti halnya penggambaran surga yang sejuk, berpadang rumput, bersungai banyak dengan air jernih, bahkan air susu. Iya, karena manusia yang dihadapi pada waktu itu kondisi lingkungannya panas, gersang, kurang air sehingga air begitu berharganya, serta air susu pun menjadi minuman sehari-hari yang lebih mudah didapat daripada air tawar.

Ibn Abbas ra. pernah berkata:

لَيْسَ فِى الْجَنَّةِ شَيْءٌ مِمَّا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ الأَسْمَاءَ

"Tidak ada sesuatupun yang ada di surga dari perkara-perkara yang ada di dunia kecuali hanya sekedar nama-nama." 

Begitupun dengan bidadari. Tentu akan lebih mudah menjelaskan tentang "keindahan" dari isi surga dengan sesuatu yang bersifat fisik, apalagi ketika berhadapan dengan karakter orang Timteng (daerah gurun) pada abad 7 M.. 
 
Gimana cara menghadapi orang-orang dengan lingkungan yang buas, peminum minuman keras, penyuka pesta sex, tukang nyulik cewek, tukang rebut cewek, tukang perkosa, bunuh-bunuhan, perang antar suku, saling rebut cewek antar suku, dsb.. 

Pembelajaran seperti apa yang harus diberikan kepada orang-orang di lingkungan keras, lebih preman dari daerah beling seperti itu..?

Ya, salah satunya adalah dengan cara "menggeser waktu" buat bersenang-senang tanpa batas, nanti aja pada waktu akherat, yang penting sekarang itu hidup di dunia ini harus lebih baik, tertib dan beradab. Jadi di dunia sekarang mah jangan dulu seperti itu, nanti aja di akhirat. Pasti akan lebih enak dan nikmat kalo nanti di surga akhirat, nikmatnya pun berkali-kali lipat. 
 
Mau apa.. minum..? Silakan minum apapun yang paling enak.
Mau cewek cantik..? Ada, bahkan lebih cantik berkali-kali lipat kualitasnya, sekelas bidadari. Jumlahnya pun bukan hanya 4 orang, bahkan bisa lebih, untuk awal masuk aja langsung dapat 72 bidadari.. selanjutnya tak terbatas..!

Rasulullah SAW bersabda: 
 
"Tiada mata pernah melihatnya (nikmat surga itu) dan tiada pula telinga pernah mendengarnya, tidak pula pikiran manusia dapat membayangkannya." (HR. Bukhari)

Nah, jika anda punya anak kecil, pasti akan bisa paham apa itu mengiming-imingi, tentu dengan tujuan yang baik, agar karakter anak yang tadinya bandel berubah menjadi lebih baik.. adakalanya dengan mengiming-imingi, adakalanya juga dengan menakut-nakuti.. seperti itulah. Sampai akhirnya kita harus bisa berada diantara Roja' (rasa harap) dan Khauf (rasa takut). 

Dan selanjutnya, ketika aspek "pemisalan" secara fisik ini sudah "terlewati", hadist ini akan lebih mudah untuk diambil hikmahnya :

Rasulullah SAW bersabda :
 
Allah memiliki surga yang tanpa bidadari dan istana serta tanpa madu dan susu. Kenikmatan di surga itu hanya satu, yaitu melihat Dzat Allah.” 
 
Untunglah.. dalam Rukun Iman tidak ada perintah untuk beriman kepada bidadari.. 😂 
 
Semoga..
#ombad #tasawuf 

Ket. Foto
Bidadari Island Beach

19 September 2017

ENTREPRENEURSHIP ITU SURGA

Rasulullah SAW bersabda:

"Pedagang (baca: pengusaha, businessman, wirausahawan) yang JUJUR dan AMANAH, kelak di sorga bersama para Nabi, para Shiddiqiin dan para Syuhada.." (HR. At-Tirmidzi).

Banyak jalan menuju Surga, dan salah satunya entrepreneurship, kewirausahaan.

Jadi lewat manapun bisa, bukan hanya lewat jalan "keulamaan" saja (bidang agama; ilmu hadist, kyai, ustadz, pesantren, dsb). Tetapi lewat kegiatan ekonomi pun bisa.. Kenapa..?

Bukankah manusia yg paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama..? Apakah ia bermanfaat dalam bidang ilmu ataupun dalam bidang-bidang yg lainnya, seperti halnya para pengusaha yg bisa "menghidupi" para karyawan beserta keluarganya.. dan semuanya punya syarat yg sama, yaitu JUJUR dan AMANAH.

Semoga...

#ombad #tasawuf #entrepreneurship