Showing posts with label Radikal. Show all posts
Showing posts with label Radikal. Show all posts

04 July 2018

EKSTRIMISME BERBAJU AGAMA

Agamanya sama dan Kitab Sucinya sama, tapi kenapa pemahaman dan perbuatannya bisa beda?

Ada hasil pemahaman yg membuat seseorang yg katanya beragama tetapi malah jadi Pembunuh, menjadi monster tak berakal, biadab dan keji. Leher orang seenaknya digorok, hak hidup orang seenaknya diberondong peluru kematian. Nyawa-nyawa tak berdosa seenaknya dihilangkan, dibom, diporak-porandakan.

Ada jg yg hasil pemahamannya jadi sebaliknya, makin membuat dunia dan seisinya tambah indah, damai dan sejahtera. Aspek-aspek kehidupan diperbaiki kualitasnya, baik tempatnya maupun penghuninya.

Dalam benak kedua kelompok pemahaman ini mempunyai hal yg sama, yaitu kedua-duanya percaya bahwa mereka sedang menjalankan perintah agama.

Perbedaannya dimana?
Tentu "sumber" nya yg berbeda, yaitu hati/qalbunya. Kelompok yg picik, isinya Kebencian. Kelompok yg lapang, isinya kasih sayang, welas asih, rahmat.

Caranya mensinyalirnya gimana?
Mudah. Jika ada pemuka agama, kelompok atau siapapun yang membangkitkan Kebencian terhadap pihak lain yg dianggap berbeda dgn keyakinan dirinya, berarti itu merupakan bibit-bibit ekstrimisme dan radikalisme.

Bibit-bibit akibat Kepicikan dan Kebencian sehingga selalu melihatnya sebagai "musuh dan halal darahnya". Padahal "musuh" nya ini berada dalam dirinya tanpa ia sadari, tentu karena kepicikan dan kebodohannya.

Semoga....
#ombad

15 May 2018

MUBAHALAH...?

Mungkin karena dipengaruhi maraknya saling fitnah-memfitnah, jatuh-menjatuhkan, cela-mencela, hina-menghina, dsb, dan ujungnya masing² individu saling merasa paling benar, maka hal yg paling "mengerikan" pun mencuat lagi ke permukaan, yaitu Mubahalah.

Sebelumnya, ada yg bermubahalah urusan ISIS, urusan Suriah, dan yg terbaru urusan Al-Maidah 51... dan sy pribadi sangat menyayangkan hal tersebut terjadi.

Btw, arti MUBAHALAH secara bhs Arab adalah SALING MELAKNAT. Jadi Mubahalah adalah "perang doa" dalam memohon kutukan (adzab, laknat) kepada Allah SWT untuk dijatuhkan kepada orang yg berdusta, ketika ada dua pihak yg saling "keukeuh" merasa dirinya yg benar.

Dasar hukumnya adalah QS. Ali Imran 61 atau pun Al-Baqarah 94-95, yg menurut Ibnu Abbas ra. bermakna : "Berdo’alah kalian agar kelompok yg paling Dusta tertimpa Kematian."

Memang serba sulit menemukan "kebenaran" di masa² sekarang yg penuh fitnah, hoax, pelintiran² ayat, dsb. Ulama yg satu bertentangan pendapat dengan Ulama yg lainnya, dan ujungnya umatpun terbelah menjadi saling berkelompok. Umat² yg awam pun saling hujat, bahkan sampai melecehkan para ulama yg tidak sependapat dengan dirinya.

Dan memang, di saat hawa nafsu menguasai, saat dakwah yg lembut dan penuh Hikmah menemui jalan buntu, saat hujjah yg berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah serta pemahaman para Ulama tidak dapat menundukkan hati yg sudah kadung mengeras, saat Kebenaran harus mentok dan Kebatilan semakin digandrungi, maka dalam kondisi kepepet semacam itu Allah SWT memberikan jalan keluarnya lewat Mubahalah. Dan dengan cara ini insyaAllah, Allah SWT akan menampakkan mana yg benar dan mana yg salah.

Kita mah gak usah ikut² seperti itu.. ambil Hikmahnya aja, bahwa manusia itu hanya "merasa benar" dan gemar berselisih dengan "merasa benar" nya... Benar atau betul..?

Semoga....
#ombad