21 October 2019
BERAGAMA PALSU
01 May 2019
MERASA PANTAS JADI KHALIFAH
Iblis itu merasa dicurangi Allah terkait urusan Khalifah dimana Allah memilih Adam as. Meski Iblis menganggap Adam lebih rendah, tetapi dalam pandangan Allah, Adam lah yg lebih mulia dan lebih pantas untuk menjadi Khalifah Alam Semesta karena sudah bermakrifat (lebih sempurna ilmunya).
Adam dikaruniai pengetahuan tentang benda-benda (QS. 2:31) dan ilham (QS. 2:37) sehingga makin memudahkan dalam proses perkembangan menuju kesempurnaan ruhaninya (insan kamil). Adam pun dikaruniai pula kemampuan akal (menimbang dan berfikir).
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar'.." (QS. Al-Baqarah, 2 : 31)
فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah, 2: 37)
Melalui Pengetahuan dan Ilham, Adam pun memperoleh derajat melebihi Malaikat, sehingga para malaikat diperintahkan sujud kepadanya (QS. 2:34).
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam', maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS. Al-Baqarah, 2 : 34)
Nah.. karena Iblis merasa benar dengan dirinya.. akhirnya sombongnya keluar dan berpendapat bahwa Adam as itu tidak pantas, Iblis tidak mau mengakui Khalifatullah Adam serta menolak untuk menghormatinya (sujud).
Penyebab dari semua ini adalah sifat Dengki si Iblis, iri dengkinya ini menyebabkan ia tidak suka kepada Adam as. yg terpilih jadi Khalifah. Kedengkian ini akhirnya menghasilkan sifat sombong, merasa lebih baik, merasa lebih benar, dan merasa lebih pantas jadi Khalifah. Dan akhirnya berbuah Dendam.
Pola dan motif penentangan Iblis ini sangat berbeda dengan "penentangan" Malaikat karena fitrahnya pun sangat berbeda.
Iblis menentang dengan dilandasi iri dengki, sedangkan para malaikat "menentang" nya itu lebih ke "bertanya" karena dilandasi fitrah yg suci, yaitu Kebaikan dan Kesucian. Para malaikat mengira bahwa tasbih dan memuji Allah adalah puncak dari segala wujud, dimana dianggapnya puncak ini terwujud dengan adanya mereka. Jadi pertanyaan para malaikat ini hanya menggambarkan keheranan mereka, dan bukan berasal dari penentangan.
Semoga..
#ombad #tasawuf
17 April 2019
KUN
Sy menemukan tulisan seperti ini :
Iblis Itu Sangat Alim
Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kepada iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit. Jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kepada iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, karena iblis tau asbabul wurud dari hadist tsb. Jika engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga.
Iblis ahli alqur'an.. Iblis ahli hadist.. Iblis ahli riwayat.. Iblis alim/pandai dalam segala ilmu.. Tapi iblis tdk menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat : AKU LEBIH BAIK DARI KAMU.
**
Kalau "Aku Lebih Baik dari Kamu" mah emang iya, itu karakternya. Tetapi sy pribadi TIDAK PERCAYA bahwa Iblis sangat alim dan paham al-Quran.. itu mah berandai-andai tentang Iblis aja.. 😀 .. karena "kepahaman" itu satu paket, terintegrasi antara "alim" dengan "arif".
Mari kita gali konsep KUN (fayakun)..
“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: KUN FAYAKUN --'Jadilah!’ maka terjadilah ia--.” (QS. Yasin: 82)
KUN terdiri dari Huruf Kaf dan Nun..
Kaf terpecah jadi dua :
- Kamaliah (kesempurnaan)
- Kufriah (kekufuran).
Nun terpecah jadi dua :
- Nuur (cahaya)
- Naar (api neraka).
"Terpecah" disini konteksnya dari Singularitas menjadi Dualitas.
Dari awal penciptaannya aja sudah beda bahan. Iblis bahannya api (naar) doank, artinya ada keterbatasan. Manusia bahannya dari tanah, dan tanah itu campuran dari bermacam-macam elemen, dari mulai Naar sampai Nuur, begitu lengkapnya.
Sedangkan kepahaman akan Quran itu bagian dari Nuur. Jadi kalau Quran sebatas tulisan mungkin iblis tau, tapi Quran sebagai Nuur.. gak akan.
Disebutkan para jin --iblis kan berjenis kelamin.. ehh berjenis jin juga-- suka ngintip informasi dari langit..
“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yg kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya)..” (QS. Al-Jin : 8 )
Informasi ini bisa terlihat, tapi kulitnya doank, dan daleman esensinya mah tidak akan terlihat. Masa Tuhan ngirim informasi rahasia tanpa disertai "kode".. 😀
Aki-aki juga kalo WA-an sama pacarnya suka pakai kode.. ayoo ngaku..! 😀
“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yg terdekat (langit dunia) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaithan yg sangat durhaka, syaithan-syaithan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru..” (QS. Ash-Shaffat: 6-8)
Itu makanya kenapa informasi dari para jin bisa menyesatkan, karena mereka hanya melihat kulit, bukan isi (esensi) nya. Dan itu adalah pengaruh "keterbatasan" (ketertutupan, kufriah) dari Naar, bukan kemuliaan (kamaliah) dari Nuur.
Dan bukaan kode kamaliah dari Nuur ini ada hubungannya dengan jalur Sanad.
Semoga..
#ombad #tasawuf
26 June 2018
SIFAT IBLIS ITU BERGEJOLAK & MEMBAKAR
Dalam Khotbah Idul Fitri di mesjid Istiqlal 25 Juni 2017, Pak Quraish Shihab mengatakan,
"Kesadaran bahwa asal kejadian manusia dari tanah, harus mampu mengantar manusia memahami jati dirinya. Tanah berbeda dengan api yang merupakan asal kejadian iblis. Sifat tanah stabil, tidak bergejolak seperti api. Tanah menumbuhkan, tidak membakar. Tanah dibutuhkan oleh manusia, binatang dan tumbuhan - tapi api tidak dibutuhkan oleh binatang, tidak juga oleh tumbuhan. Jika demikian, manusia mestinya stabil dan konsisten, tidak bergejolak, serta selalu memberi manfaat dan menjadi andalan yang dibutuhkan oleh selainnya."
Ucapan di atas itu, menurut sy seperti "sindiran" yg halus, dan bisa dimaknai bahwa jika ada orang yg senengnya BERGEJOLAK dan suka MEMBAKAR (memprovokasi) itu artinya masih banyak sifat Iblis dan Setan di dalam dirinya. Mereka seperti itu karena jiwanya tidak stabil atau dengan bahasa tasawuf, masih belang, alias manusia setengah setan.. :D
Dan sifat itu sangat berlawanan dengan karakter "sebaik-baiknya manusia", yaitu manusia yg memberi banyak manfaat ke sesama, dan bukan yg menyebabkan mudhorot (kerugian).
Bukankah kata ‘Iblis’ berasal dari bahasa Arab, yaitu “Iblas” artinya putus asa (dari rahmat atau kasih sayang Allah). Sedangkan kata Setan berasal dari bahasa arab, yaitu “Syaitana” yg artinya jauh. Maksudnya adalah setan itu sangat jauh dari kebaikan dan sangat dekat dari keburukan atau kejahatan.
Dan sifat-sifat ini yg menyebabkan jiwanya "bergejolak", penuh keraguan serta penuh kekhawatiran.
Semoga..
#ombad
24 February 2018
SIFAT BAWAAN IBLIS
Dalam kitab Bidayah al-Hidayah, Imam Al-Ghazali ra. mengatakan :
"Janganlah engkau memvonis Syirik, Kafir atau Munafik kepada seseorang ahli kiblat (orang Islam). Karena yg mengetahui apa yg tersembunyi dalam hati manusia hanyalah Allah SWT. Jangan pula engkau ikut campur dalam urusan hamba-hamba Allah dengan Allah SWT. Ketahuilah, bahwa pada hari kiamat kelak engkau tidak akan ditanya : 'Mengapa engkau tidak mau mengutuk si Anu..? Mengapa engkau diam saja tentang dia..?'
Bahkan seandainya pun kau tidak pernah mengutuk Iblis sepanjang hidupmu, dan tidak menyebutnya sekalipun, engkau pun tidak akan ditanyai dan tidak akan dituntut oleh Allah nanti di hari kiamat. Tetapi jika kau pernah mengutuk seseorang makhluk Allah, kelak kau akan dituntut (pertanggung-jawabannya oleh Allah SWT)."
Tukang vonis keimanan orang itu sudah marak sejak dulu (abad 11 M), bahkan sebelumnya juga. Jadi kalau yg seperti itu ada sekarang artinya ada suatu tahapan kesadaran dalam dirinya yg "salah belok", seperti halnya Iblis yg awalnya merupakan sesosok hamba Allah yg Taat, tapi berujung sesat. Itu makanya seorang ulama sekaliber Imam al-Ghazali pun mewanti-wanti agar menjauhi sifat seperti itu.
Dan tipikal seperti itu akan selalu ada sebagai ujian bagi hamba-hamba Allah yg dituduhnya agar selalu ber-introspeksi untuk meningkatkan kualitasnya. Menjadi "pengingat" bagi dirinya dan juga agar tidak mencontoh sifat "menghakimi" keimanan orang seperti itu.
Tukang vonis yg merasa paling beriman sedunia akhirat ini selalu meyakini bahwa hanya mereka saja yg mendapatkan petunjuk (hidayah) dari Allah SWT, sehingga jika ada yg berbeda pendapat dan beda pemahaman dengan mereka, maka mereka akan menganggap sedang melawan Allah dan Rasul-Nya. Tanpa disadari mereka sedang mengikuti sifat-sifat kaum Khawarij.
Terkait sifat bawaan Iblis ini, ada ucapan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani qs. yg bisa dijadikan acuan, yaitu :
"Puncak dari mempertuhankan hawa nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri.."
Dimana makhluk jenis manusia yg bisa dijadikan contoh adalah Firaun, yg merasa paling benar, bahkan sampai mengaku dirinya Tuhan.
Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat bawaan Iblis seperti itu...
Semoga....
#ombad #tasawuf
19 February 2018
IBLIS PUN FASIH AYAT
Suatu hari sahabat Abu Hurairah ra. yg menjadi pemegang kunci Baitul Maal diberitahu Rasulullah SAW bahwa lewat tengah malam nanti akan datang seorang pencuri. Dan benar, pencuri itu muncul dan akhirnya bisa ditangkap.
Dan pencuri itu memohon agar dibebaskan,
"Maaf, sy terpaksa mencuri karena orang tua dan anak sy sakit."
Karena kasihan, maka pencuri itu pun dilepaskan.
Dan Rasulullah pun memberitahu lagi bahwa nanti malam akan datang pencuri baru. Maka Abu Hurairah pun begadang. Dan benar saja, pencurinya datang dan akhirnya ditangkap lagi. Si Pencuri pun dengan beriba-iba memohon dilepaskan Abu Hurairah.
Sampai malam ketiga masih ada pencuri yg datang dan ditangkap. Pencuri ini pun minta dilepaskan dengan mengatakan,
"Terima kasih Abu Hurairah, dua malam berturut-turut engkau melepaskanku. Sekarang engkau akan menyerahkan aku ke pengadilan, mungkin aku akan dieksekusi, tapi sebelumnya aku akan memberi hadiah kepadamu sebagai tanda terima kasih."
"Apa itu..?" tanya Abu Hurairah.
"Aku akan mengajari engkau wirid. Kalau engkau membacanya, engkau tidak akan pernah bisa digoda oleh Iblis dan setan, mereka akan lari terbirit-birit sampai mentok ke ujung langit."
Maka Abu Hurairah pun tertarik.
"Bacalah ayat kursi." kata Pencuri itu.
Dan kemudian si pencuri yg merupakan samaran Iblis pun membaca ayat kursi dengan sangat fasihnya.
Nah kan, Iblis dan setan pun fasih membaca bahkan hapal ayat-ayat al-Quran... :D
Jadi wajar aja kalau sekarang pun sulit membedakan mana Setan Iblis, mana malaikat, karena banyak yg menipu dengan kefasihannya, banyak menipu dengan jubah agamanya, karena Setan Iblis inipun bisa berjubah agama sambil sibuk dandan depan cermin biar cakep dengan baju agamisnya setiap hari.. :D
Itulah kenapa yg asli ulama suka dibego-begoin, dan yg asli bego suka diulama-ulamain.
Jadi cara membedakannya gimana...?
Semoga....
#ombad