Showing posts with label Persepsi. Show all posts
Showing posts with label Persepsi. Show all posts

19 March 2018

BALADO TOMAT.. EHH, BALADA TOMAT 

Sebutir TOMAT yg masih hijau meski merasa sudah merah, masih mentah meski merasa sudah matang, begitu menggebu-gebu dalam mengangkat pamor dirinya.

Si Tomat ini mestinya pakai strategi "Sosrobahu" agar konstruksi dan struktur dirinya makin kuat, cuma karena tidak pernah belajar teknik, akhirnya terpeleset dalam kesombongan diri, dan seperti biasa, keakuan dirinya lah yg akhirnya memaksa untuk menggunakan strategi "Injakbahu". Injak bahu yg lain, agar dirinya terlihat lebih tinggi.

Strategi seperti ini pula yg dipakai oleh para buah-buahan mentah lainnya agar terlihat matang dan menarik. Buah-buahan seperti : Sawo Kecik, Salak Riau, Labu Hunain, Buah Merah, Pear Belanda, dan banyak lagi.

Dan anehnya tipikal mereka ini mirip, dimana suka "menyerang" dan "merendahkan" pihak lain yg lebih bagus kualitasnya, khususnya yg lebih terkenal, disukai orang banyak dan lebih banyak manfaatnya. Dan seperti biasa, yg diserangnya pun itu-itu saja, seperti : Duren, Buah Kiwi, Markisa Deli, Manggis dan.. Jinsom. 

Tipikal mereka pun sama dalam berpendapat, dimana bumbu masak itu gak perlu disesuaikan dengan lidah dan selera penduduk setempat, wong dari sononya udah harus begitu, tentu dengan alasan "harus lurus". Atau dengan kata lain, lebih tekstual, terlalu dangkal, kurang fleksibel, tidak adaptif dan.. kurang cerdas.. :D
 
Pernah suatu ketika, si Tomat begitu menghina dan merendahkan Jinsom, seperti pendahulunya si Sawo Kecik yg begitu merendahkan Duren. Untunglah, Jinsom berjiwa besar, dan hanya guyon-guyon saja menanggapi hal tersebut, seperti halnya gurunya yg suka guyon juga, Duren.. :D
 
Memang Tomat berguna di dapur, tapi mau bagus gimana jika penyuka tomat sejak awal disuguhi hal-hal yg negatif. Jadi wajar aja jika ke depan jurang perbedaan yg dijadikan acuan, sehingga kebencian dan permusuhan pun lebih mudah terbentuk.

Padahal sudah jelas ada ayat,  "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yg lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka.." (QS. Al-Isra : 53)

Untunglah Tomat bukan Syaitan, hanya jenis buah-buahan.. :D

Ahh, Tomat hijau emang agak masam, hanya jadi pelengkap sayuran, serta lebih cocok jadi bahan sambel pedas.. dan memang dari segi harga pun sulit untuk bisa menyamai Jinsom.


:D

Semoga...
#ombad #tasawuf

19 January 2018

PERSEPSI. FIXED OR GROWTH MINDSET ?

Pagi itu, sepasang suami istri hanya berdua saja di rumah karena anak²nya sudah berangkat sekolah.

Suami: "Mah...Papah pingin GITUAN yg kayak minggu kemarin... wuenak banget...!"

Istri: "Ihh, bosen ahh... Mamah tahu tempat paling enak buat GITUAN dan banyak orang pada GITUAN di sana... harganya pun lebih murah. Paling kalo kita GITUAN dua kali mah bayarnya gak sampe 300 ribu..."

Suami: "Tapi bagian Mamah ya, biar ANU-nya Papah awet..."

******
Mari kita bahas....

Hampir semua memaknai "gituan" dan "anu" ... sama ya...? :D

Itulah Presepsi, dengan secepat kilat membentuk pikiran, lalu menyimpulkannya, dan akhirnya terbayanglah (sesuatu yg aduhai). Kenapa?

Karena persepsi terhadap sesuatu itu tidak bisa terlepas dari pengalaman sensoris terdahulu, suatu memori. Jadi kalau pengalaman itu sering muncul, maka reaksi pembentukan pikiran di otak pun begitu, "lalu lintas komunikasi" nya akan sesuai data yg udah nongkrong di memori, dan jadilah pola berpikir. Dan jenis dari pola berpikirnya ini dipengaruhi faktor kebiasaan, seperti halnya suatu kebiasaan melewati rute tertentu ketika berangkat kerja.
 
Ada tiga faktor penting yg mempengaruhi Persepsi yaitu :
- Pengetahuan (knowledge),
- Harapan (expectations), dan
- Penilaian (evaluation).

Nah lhoo.... Berarti kalau kata "gituan" di atas dimaknai "indehoy", maka anda sekalian punya "harapan" seperti yg dipersepsikan, dan mungkin karena telah berulang kali mengalaminya... Hayoo ngaku... ngeres aja...! :D

Padahal maksud obrolan suami istri itu:
- Gituan = Makan.
- Anu = Kartu kredit.

Duuhh... gara² memori yg nemplok di pikiran, jadi aja mempresepsikan salah dari kata yg tidak bersalah, yaitu : "Gituan" dan "Anu"... :D

Apakah masalah presepsi seperti ini ikut mempengaruhi objektivitas "penilaian" dalam urusan politik...? Silahkan tanyakan ke diri sendiri.

Btw...
Selamat Gituan ya... jangan sering digesekin Anu-nya, ntar jebol lho... 😍


Semoga....
#ombad