Showing posts with label Fatimah. Show all posts
Showing posts with label Fatimah. Show all posts

21 June 2022

KDRT

KDRT 

Setelah mendengar dari banyak hal, sy menyimpulkan bahwa lelaki pelaku KDRT itu punya 3 kemungkinan, yaitu :

1. Lelaki Pengecut.
Kalo mau pukul-pukulan mah sesama lelaki donk.. dasar kantong kresek.
2. Punya memory masa lalu buruk.
Mungkin dia sering dipukul oleh ortunya, korban gak jelas ortunya, atau korban bully temen-temennya.
3. Gangguan Jiwa.. 

Agama secara tegas melarang hal seperti ini.. mendidik itu tidak perlu dengan pukulan.. 

"Tidakkah malu orang yang memukul istrinya di awal hari lalu menggaulinya di ujung hari..?" (Hadist) 

Jangan-jangan istrinya itu dianggap Kuda.. dicambuk, dipukul.. terus dinaiki.. sungguh kegilaan yang haqiqi..

Sementara itu korbannya... ahsudahlah.. terlalu banyak hal.. yang pasti, baik pelaku dan korban pun banyak yang mengecap pendidikan tinggi.. S1, S2 bahkan S3.. artinya pendidikan tinggi seseorang itu tidak menjamin orang terbebas dari penyakit kejiwaan.. 🤣

Jadi, 
"Untuk alasan apa kamu masih memukul istrimu padahal kamu masih menggaulinya..?" (HR. Bukhari)

Alasan penyakit jiwa tentunya.. bentuk dari keras dan getasnya hati.. 

إِنَّ اللهَ إِذَا ارَادَ بِاهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ

Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memasukkan KELEMBUTAN kepada mereka..” (HR. Ahmad) 

**

Ada satu kisah pada rumah tangga putri Rasulullah SAW yakni Fatima rah dan suaminya Ali bin Abi Thalib kw. Ketika ada percekcokan antara keduanya, 'Ali keluar dari rumahnya dan meninggalkan istrinya, menuju ke mesjid, itikaf dan berbaring di dekat dindingnya.

Datanglah Nabi SAW menyusul 'Ali setelah beliau tidak mendapatinya di rumahnya. Ketika beliau menanyakan keberadaan Ali, orang pun menunjukkan ‘Dia sedang berbaring dekat dinding’. Nabi SAW datang mendekat kepada Ali sementara punggung Ali penuh dengan debu atau tanah. Mulailah Nabi SAW mengusap debu tersebut dari punggung Ali seraya berkata, “Duduklah, wahai Abu Turab!” (HR. Bukhari)

Duduk adalah ajaran yang dicontohkan oleh Nabi SAW ketika sedang merasa marah. Diharapkan, rasa marahnya hilang dengan berdzikir dengan posisi duduk.. bermeditasi. Selain itu, hendaknya suami memikirkan hal positif dari istri agar tidak lagi emosi.

Nabi SAW bersabda: “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia membenci satu perangai dari si mukminah, niscaya ia akan ridha dengan perangainya yang lain.” (HR. Muslim) 

Mudah-mudahan kisah ini bisa dipahami.. bagaimana cara mengontrol emosi, bagaimana supaya tidak larut dalam kemarahan, dan bagaimana caranya melembutkan hati. 

** 

Dan lingkar-lingkar karma, 
Berulang dan berputar lama, 
Tersimpan erat di dalam dada, 
Mendekap hal yang tak berbeda. 

Berbahagialah anda yang tidak mengalami atau melakukannya.. 

Semoga.. 
#ombad #tasawuf 

09 July 2019

POLIGAMI

ANTARA BENCI DAN INGIN.. 😂

Pertanyaan tentang poligami ini sering menghantui saya sejak umur 5 tahun, dan sering saya tanyakan ke Ibu.

Pertanyaan saya waktu itu, "Mak, kalo poligami boleh..?"
Dan Ibu cuma menjawab, "Dalam keluarga kita tidak ada yang berpoligami."

Dan waktu pun berjalan, sampai akhirnya saya pribadi berkeyakinan bahwa Poligami itu TIDAK BOLEH (khusus saya pribadi), meski banyak juga yang menyetujui poligami dengan bersandar atas nama dalil dan (katanya) Sunnah.

Ijtihad saya terkait hal ini ada tiga pertimbangan, yaitu :

1. Rasulullah SAW berpoligami setelah istrinya (Khadija rah.) meninggal.

2. Setelah istri tercintanya meninggal, banyak yang belum tahu bahwa Rasulullah berpoligami untuk menyelesaikan persoalan sosial waktu itu, dimana kebanyakan dari istri-istri Nabi adalah janda (tua) yang ditinggal mati syahid suaminya, beranak banyak lagi.

3. Ada Hadist ini :

Rasulullah SAW marah ketika mendengar kabar bahwa putrinya (Fatima rah.) akan dipoligami 'Ali bin Abi Thalib kw. Rasulullah pun langsung menuju masjid dan naik mimbar, lalu berseru,

"Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan 'Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan kecuali 'Ali bin Abi Thalib menceraikan Putriku, kupersilahkan mengawini putri mereka. Ketahuilah. Putriku itu bagian dariku, apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (Jami' al-Ushul, juz XII, 162, No. 9026)

Jadi keywords-nya kenapa (bagi saya) TIDAK BOLEH adalah :

- Mengganggu perasaan (istri).
- Menyakiti hati (istri).

Dan kedua hal ini selaras dengan esensi serta hasil dalam beragama, yaitu Kemanusiaan.

Nah.. ini mah buat saya pribadi, jadi jangan ditiru ataupun ikut-ikutan eaa.. 😂


Semoga..
#ombad #poligami

15 May 2019

'ALI, KEBERANIAN & MOTIVASI MANTAN BUDAKNYA

Suatu hari, 'Ali bin Abi Thalib mendatangi Rasulullah SAW yg sedang berada di kediaman Ummu Salamah rah.

Tak lama setelah mengucapkan salam, terlihat pintu dibuka Ummu Salamah rah. dan mempersilakan 'Ali masuk.
'Ali pun masuk, kemudian mengucapkan salam dan dijawab oleh Rasulullah, sambil dipersilakan duduk di depan Rasulullah SAW.

'Ali bin Abi Thalib menundukkan kepala, seolah-olah mempunyai maksud, tetapi malu hendak mengutarakannya.

Rasulullah : "Hai 'Ali nampaknya engkau mempunyai suatu keperluan. Katakanlah apa yg ada dalam pikiranmu. Apa saja yg engkau perlukan akan kauperoleh dariku."

'Ali : "Maafkanlah ya Rasulullah. Anda tentu ingat bahwa anda telah mengambilku dari paman anda, Abu Thalib dan bibi anda, Fatimah binti Asad, di kala aku masih kanak-kanak dan belum mengerti apa-apa. Sesungguhnya Allah telah memberi hidayat kepadaku melalui anda juga. Dan anda, ya Rasulullah, adalah tempat aku bernaung dan anda jugalah yg menjadi washilahku di dunia dan akhirat. Setelah Allah membesarkan diriku dan sekarang menjadi dewasa, aku ingin berumah tangga; hidup bersama seorang isteri. Sekarang aku datang menghadap untuk melamar puteri anda, Fatima. Ya Rasulullah, apakah anda berkenan menyetujui dan menikahkan diriku dengan dia..?"

Wajah Rasulullah pun nampak berseri-seri dan tersenyum.

Rasulullah : "Hai 'Ali, apakah engkau mempunyai suatu bekal maskawin..?'' .

'Ali : "Demi Allah, Anda sendiri mengetahui bagaimana keadaanku, tak ada sesuatu tentang diriku yg tidak anda ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang dan seekor unta."

Rasulullah : "Tentang pedangmu itu, engkau tetap membutuhkannya untuk melanjutkan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga butuh untuk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar maskawin sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Hai 'Ali engkau wajib bergembira, sebab Allah 'Azza wajalla sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi."

**

Perlu diketahui, keberanian 'Ali untuk melamar putri Rasulullah SAW ini muncul setelah dimotivasi terus oleh mantan budaknya.

“Tahukah engkau bahwa Fatima telah dilamar..?” kata bekas budaknya.

Tidak tahu.” jawab 'Ali.

“Dia telah dilamar. Mengapa engkau tidak segera datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar dinikahkan dengannya..?” Jelas mantan budaknya.

Aku punya apa untuk menikah dengannya..?” Tanya 'Ali

“Kalau kamu datang ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau akan menikahkanmu.” Jawab bekas budaknya menyemangati.

Motivasi dari bekas budaknya ini yg makin mendorong keberanian 'Ali untuk melamar Fatima. Putri bungsu Rasulullah ini sudah lama ditaksir 'Ali. Jatuh cintanya 'Ali bin Abi Thalib kepada Fatima mulai bersemi semenjak melihat Fatima merawat, membasuh dan mengobati luka ayahnya, Muhammad SAW karena terluka parah akibat berperang. Dan semejak itu, 'Ali bertekad untuk melamar Fatima.

**
 
Singkat cerita, 'Ali pun menjual baju besinya dan dapat uang 400 dirham untuk diserahkan kepada Rasulullah SAW.

Dengan persetujuan Rasulullah SAW, Abu Bakar ra. menyerahkan 66 dirham kepada Ummu Salamah untuk "biaya pesta" perkawinan. Dan sisa uang itu dipergunakan untuk membeli perkakas dan peralatan rumah tangga, yaitu :

- Baju kasar perempuan : 1 buah.
- Kudung : 1 buah.
- Kain Qathifah hitam (buatan Khaibar) : 1 buah.
- Balai-balai : 1 buah.
- Kasur dari kain kasar Mesir (isi ijuk kurma) : 1 buah.
- Kasur (isi bulu kambing) : 1 buah.
- Bantal kulit (buatan Thaif, isi daun idzkir) : 4 buah.
- Kain tabir tipis (terbuat dari bulu) : 1 buah.
- Tikar buatan Hijr : 1 buah.
- Gilingan tepung : 1 buah.
- Ember tembaga : 1 buah.
- Kantong kulit (tempat air minum) : 1 buah.
- Mangkuk susu : 1 buah.
- Mangkuk air : 1 buah.
- Wadah air untuk bersuci : 1 buah.
- Kendi berwarna hijau : 1 buah.
- Kuali tembikar  : 1 buah.
- 'Aba-ah (semacam jubah) : 1 buah.
- Dan beberapa lembar kulit kambing.

**

Suatu hari setelah keduanya menikah,

Fatima : "Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya."

'Ali : "Mengapa engkau tetap mau menikah denganku, dan apakah engkau menyesal menikah denganku..?"

Fatima : "Pemuda itu adalah dirimu.." 😍

ooohh.. coo cwiitttt.. ❤️

Semoga..
#ombad #sejarah

20 February 2018

NIKAHNYA 'ALI DI LANGIT

Az-Zahra, perempuan yg selalu cerah wajahnya.. FATIMAH.

Sudah lama 'Ali bin Abi Thalib memendam keinginan melamar Fatimah. Tapi dia sadar, banyak laki-laki baik dan kaya raya yg juga menginginkan Fatimah.

Fatimah perempuan rupawan berhati suci. Sedang dia sendiri adalah seorang anak muda miskin. Hampir-hampir 'Ali tak berani menghadap ayahnya Fatimah  --Rasulullah SAW-- untuk melamar Fatimah.

Sampai akhirnya, pada suatu hari ia memberanikan diri menghadap Rasulullah untuk mengutarakan niat-sucinya. Maka, setelah apa yg dipendamnya telah didengar Rasulullah.

"Ketika itu kulihat wajah Rasulullah nampak berseri-seri." Kata 'Ali.

Bagaimana Rasulullah tak berseri-seri sedangkan Beliau kenal 'Ali seperti anaknya sendiri. 'Ali sejak kecil hidup bersama dirinya. Ayahnya adalah pembela utamanya di samping Khadijah. Sedang ibunya adalah wanita suci. 'Ali pun adalah pembelanya bahkan saat cambangnya belum lagi keluar. 'Ali menawarkan dirinya untuk melawan Amr bin Abd Wudd, ksatria kafir Quraisy, ketika yg lain tak ada berani, bahkan untuk menatap matanya.

'Ali muda juga yg membela Nabi ketika ia dibully oleh para pentolan kafir Quraisy. Dia juga yg siap mempertaruhkan nyawa tidur di pembaringan Nabi ketika kafir Quraisy bersiap menyergap dan membantai Nabi di malam hari. Dan 'Ali bukan ksatria sembarang ksatria, seperti kata Rasulullah SAW :

"Tak ada kesatria seperti 'Ali, dan tak ada pedang seperti Dzulfiqar (pedang bermata dua milik 'Ali, pemberian Rasulullah).

"Aku kota ilmu dan 'Ali pintunya."

"Kedudukan 'Ali di sisiku adalah seperti Harun di sisi Musa, hanya saja tak ada Nabi setelahku."

Maka, sambil tersenyum Rasulullah berkata kepada 'Ali bin Abi Thalib,

"Wahai 'Ali, apakah engkau mempunyai suatu bekal mas kawin..?"

'Ali bin Abi Thalib menjawab dengan terus terang,

"Demi Allah, engkau sendiri mengetahui bagaimana keadaanku, tak ada sesuatu tentang diriku yang tidak engkau ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang dan seekor unta."

Rasulullah SAW pun menjawab,

"Tentang pedangmu itu, engkau tetap memerlukannya untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga perlu untuk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu, aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar mas kawin sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Wahai 'Ali, engkau wajib bergembira, sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi..!"

Demikian riwayat yg diceritakan Ummu Salamah rah.

Setelah semuanya siap, dengan perasaan puas dan hati gembira, dan disaksikan oleh para Sahabat, Rasulullah mengucapkan kata-kata ijab kabul pernikahan puterinya,

"Bahwasanya Allah SWT memerintahkan aku supaya menikahkan engkau Fatimah atas mas kawin 400 dirham (nilai sebuah baju besi). Mudah-mudahan engkau dapat menerima hal itu."

Maka menikahlah 'Ali dengan Fatimah. Pernikahan mereka penuh dengan hikmah walau diarungi di tengah kemiskinan seumur hidupnya. Meski sebenarnya, sebagai Khalifah, Ali bisa hidup makmur, dia memilih hidup seperti warga paling miskin di negerinya. Sehingga orang memanggilnya dengan gelaran, Abul Masaakin (Bapaknya orang miskin) dan Imamul Mustadh'afin (Imamnya Orang-orang Tertindas).

Begitu miskinnya keluarga 'Ali, sehingga disebutkan Rasulullah pernah sangat terharu dan mencium tangan Fatimah ketika melihat tangan putrinya yg kasar karena setiap hari harus menumbuk gandum milik Yahudi tetangganya untuk membantu suaminya.

Pernah pula Rasulullah terharu melihat 'Ali, Fatimah, Hasan dan Husain kelaparan hingga tubuhnya menghijau karena berpuasa 3 hari berturut-turut, dan memilih memberikan makanan bukanya untuk orang-orang susah.

Meski begitu, kehidupan keluarga ini penuh cinta, seperti yg terungkap dari syair yg dibuat sayyidina 'Ali bin Abi Thalib kw. buat istri tercintanya, Fatimah binti Muhammad Rasulullah SAW berikut : 

احبكو ميتىل ما انتي 

Uhibbuki mitsla maa anti
Aku mencintaimu apapun dirimu

احبك كيفما كنتي 

Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu.

ومهما كان مهما صار

Wa mahmaa kaana mahmaa shooro.
Apapun yang terjadi dan selamanya.

 
انتي حبيبتى انتي

Antii habiibatii anti.
Engkaulah cintaku.

زوجتي

Zaujatii.
Duhai istriku.

انتي حبيبتى انتي

Antii habiibatii anti.
Engkaulah kekasihku.

حلالي انت لا اخشى عزولا همه مقتي
لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتي

Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti,
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti.

Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang, kita satu tujuan untuk selamanya.

سقيت الحب في قلبي بحسن الفعل والسمت
يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت

Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti,
yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti.

Engkau sirami cinta di hatiku dengan indahnya perangaimu.
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap, hidupku menjadi terang ketika kamu di sana.

نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت
لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت

Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti,
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti.

Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu,
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum.

تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتي
فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتي

Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti,
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti.

Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras sampai benar mendapatkan apa yang engkau inginkan.

هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتي
فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت

Hanaa'ii anti faltahna'ii bidifil hubbi maa 'isyti,
Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti.

Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahagiaan selamanya,
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah dan tumbuhan.

Semoga...
#ombad #tasawuf #sejarah