Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

20 December 2018

DAKWAH ITU NASEHAT

Dakwah artinya adalah MENGAJAK, bukan perintah, apalagi menyalahkan. Jadi cara berdakwah yg betul adalah dengan Hikmah dan Nasehat yg baik.

Jika harus berdebat, yg berdakwah harus menggunakan cara membantah yg lebih baik. Sifat "lebih baik" di sini bisa diartikan lebih Sopan, Lembut dan Kasih Sayang. Dalam hal ini, berdakwah tidak boleh berlandaskan Hawa Nafsu, tetapi harus berlandaskan ilmu, penuh kasih sayang dan berangkat dari niat yg tulus.

Di atas ilmu Fiqih, masih ada ilmu Ushul Fiqih, dan di atasnya lagi masih ada ilmu Tasawuf. Artinya, kadang menghargai perasaan orang lain lebih diutamakan, daripada sekadar halal-haram. Kadang, Kebaikan lebih utama daripada kebenaran. Ingat sewaktu dulu Walisongo pernah 'melarang' berkurban (idul adha) sapi.

Dan lagi, ayat dakwah ditutup dengan kalimat penegasan bahwa hanya Tuhan yg mengetahui kebenaran sejati. Hanya Allah SWT yg tahu hamba-Nya yg masih tersesat dan hamba-Nya yg sudah mendapat petunjuk.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. an-Nahl : 125)


عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ . [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad-Daari ra.,
Rasulullah SAW bersabda:

"Agama adalah Nasehat."

Kami berkata: "Kepada siapa..?"

Beliau bersabda: "Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya." (HR. Bukhari - Muslim)


Semoga...
#ombad #tasawuf

26 July 2018

PENIKMAT ATAU PEMABUK

Penikmat, ini seperti tuan rumah yang elegan, yg selalu berupaya menyediakan dan menyuguhkan minuman beserta hidangan, termasuk pembuka dan penutup hidangan. Dan setiap tamu yg datang, akan dipersilakan dengan senyuman.

Ada keasyikan dalam menikmati hidangan, termasuk menikmati budaya dalam menyajikan hidangan. Minuman dan makanan yg lezat dan berkelaspun disiapkan untuk dinikmati sambil berbincang dengan santun, saling menghargai dan tentunya disertai senyuman. Kadang obrolannya pun sering membahas seni makan dan minum daerah/budaya yang lain, menggali seni dan filosofinya.

Seperti halnya seorang Penikmat Minuman, ia akan selalu sadar dan paham akan fungsi dan efek dari apa yang ditenggaknya. Penikmat Minuman ini akan tahu kapan diam dan kapan saatnya berucap, akan tahu kapan saatnya mendengar serta menyimaknya dan kapan saatnya menerangkan, atau kapan berhenti agar tetap kontrol. Sadar tanggung jawab dan sadar resiko.

Pemabuk? Ah, sedikit ilmu pun tidak masalah, asal masih bisa berteriak, dan juga berpakaian layaknya para selebritis agamis, mungkin saja mode seperti itu dipakai demi gengsi, dibuat-buat agar para penonton percaya.

Pemabuk akan sulit untuk bisa kontrol, apalagi kalau yg ditenggaknya selalu hal yg sama, itu-itu saja. Mungkin karena ketidak-pahamannya akan ide awal minuman sebagai penghangat dalam menjalani keseharian hidup bersama dinginnya cuaca. Lha ini, cuaca lagi panas-panasnya, malah nenggak, ya jadinya si badan makin panas, bahkan otak pun bisa cair dan bergolak... :D

Menenggak berkali-kali seperti itu pastinya akan membuat mabok, meracau ke sana ke sini, bertengkar, berkelahi, bahkan sampai merusak fasilitas umum.

Ya, karena memang mabok adalah tujuannya, hingga pikirannya pun jadi ikut mabok, mabok ketertutupan dan gak sadar bahwa ia sedang mabok. Apalagi kalau sudah over dosis, kencing kuda atau air aki pun akan diminumnya, yg penting mabok. Kesenggol dikit aja bisa langsung marah dan nonjok. Ya, namanya juga lagi gak sadar, sumbunya jadi tambah pendek.

Dan ingat, Pemabuk itu ada dua macam, pertama Pemabuk Baru, walau dengan sedikit minuman pun cukup membuatnya teler. Kedua adalah Pemabuk Bangkotan, walau dari dulu sudah banyak minuman yg masuk ke tubuh, tetap saja kalau nenggak minuman itu senangnya sampai teler, sesuai tujuannya.

Mungkin begitu juga dalam hal "beragama". Bagi Penikmat Agama, agama itu sebagai Jalan Hidup, tapi bagi Pemabuk Agama, agama itu bisa berubah fungsi menjadi Gaya Hidup.


Semoga..
#ombad #tasawuf

31 August 2017

HATE SPEECH MA BA THA

Dari kasus persekusi dan pembantaian Muslim Rohingya, kita bisa belajar bahwa sungguh berbahaya bagi kemanusiaan jika provokasi "hate speech" marak di suatu kelompok (dalam hal ini Ma Ba Tha).

Padahal UUD Myanmar pasal 364 dengan tegas menyatakan bahwa "tindakan penggunaan agama demi tujuan politik" tidak dibenarkan secara konstitusi. Bahkan Dewan Agung Sangha Maha Nyaka (Ma Ha Na) pun menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keberadaan Ma Ba Tha yg terus menerus mengampanyekan hate speech kepada masyarakat, hate speech kaum non-Buddhist.

Sungguh sesuatu yg tidak lucu jika di satu sisi mengutuk kasus Rohingya, tapi keseharian di Medsos, postingan di dalam negerinya selalu provokasi kebencian terhadap kelompok/umat lain dan termasuk kepada Pemerintah, dengan mengatas-namakan agama.

Mudah-mudahan kita semua bisa berkaca dan mengambil hikmahnya.

Semoga....

#ombad #rohingya #hatespeech