Showing posts with label Istighfar. Show all posts
Showing posts with label Istighfar. Show all posts

08 July 2019

PURIFIKASI DAN PENSYUKURAN

Salah satu bentuk Kedzaliman adalah menuduh orang lain berbuat Dzalim tanpa bukti. Dan jika masih meyakininya maka yang harus diperbaiki adalah Akal, Pikiran dan Hatinya, karena dengan tanpa disadari ada banyak Kedzaliman dalam dirinya. Dan Kedzaliman itu merupakan akibat dari Kekotoran.

Nah, supaya "melihat" dan "menunjuk" ke luarnya bisa berkurang, mendingan rajin "meneliti" diri (muhasabah) saja, apakah itu terkait "purifikasi diri" maupun "mensyukuri".

Kenapa..? Karena :

- "Purifikasi diri" itu adalah sebaik-baiknya doa.

"Sebaik-baik doa adalah Istighfar." (HR. Hakim)

- "Pensyukuran" pun adalah sebaik-baiknya doa.

وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

".. dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. Tirmidzi, dari Jabir bin Abdillah ra.)

Itu makanya Rasulullah SAW mengatakan,

الحمد لله تملأ الميزان,وسبحان الله والحمد لله تمللآن أو تملأ ما بين السماوات والأرض

"Alhamdulillah memenuhi Mizan, dan Subhanallah serta Alhamdulillah keduanya memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi." (HR. Muslim)

Silakan kata "doa" ini di sini dimaknai sebagai komunikasi diri dengan Tuhan, sehingga dari hasil komunikasi internalnya ini bisa "membuka" kesadaran diri bahwa kekotoran dan kedzaliman itu masih banyak tersimpan di dalam diri/hati meski awalnya itu tanpa disadari.

Ketika "istighfar" dan "subhanallah" nya sukses, maka saat akan "menunjuk orang lain", apalagi ada kesalahan dalam "menunjuk" nya, akan terasa seperti sedang "menunjuk diri sendiri". Dan sifat Wara (berhati-hati) pun akan mulai berkembang, sampai kondisi Qana'ah dan Tawadhu.

Ketika "alhamdulillah" nya sukses maka negative thinking dan melihat kekurangan orang lain akan mulai berkurang, lalu selanjutnya berusaha ber-positive thinking dan mulai melihat kelebihan orang lain.

"Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)


Semoga..
#ombad #tasawuf

19 April 2018

SEBAIK-BAIKNYA DOA

Karena bersaing/berlomba dalam ibadah dengan orang-orang soleh itu lebih sulit, maka cari jalan lain yg lebih mudah saja, yaitu bersaing/berlomba dalam ber-istighfar dengan para pendosa.. :D

Rasulullah SAW bersabda,

"Sebaik-baiknya doa adalah istighfar." (HR. Hakim)

Kita coba bahas, kenapa "Sebaik-baiknya doa adalah istighfar."

Ber-Istighfar itu merupakan :

1. Pengakuan eksistensi kehambaan di hadapan Allah SWT, karena hakikat hamba itu tanpa daya dan tanpa kekuatan dari terjaminnya niat, ucapan dan tindakan yg salah dan lalai.

2. Bentuk eliminasi/pemupusan ke-ego-an hamba. Bukankah apapun prestasi yg sudah dicapai, ujungnya mah karena Anugrah dan Rahmat-Nya.

3. Pengakuan seorang hamba terhadap tajallinya Allah dalam (Asma') Keagungan-Nya. Suatu manifestasi dari Kemahaagungan-Nya sebagai al-Ghafar dan al-Ghafur.

4. Bentuk kefanaan seorang hamba, "sirna/lebur" dalam eksistensi Keagungan-Nya. Kefanaan dari sifat-sifat tercela, kesirnaan dosa-dosa, kehancuran nafsu-nafsu buruk.

5. Proses menuju Ketauhidan, karena pada akhirnya istighfarnya seseorang itu akan mengarah "murni ke Allah" dari segala hal selain-Nya yg memasuki jiwanya, walau awalnya berupa istighfar dari perbuatan dosa dan kelalaian (dari dzikir).

6. Perbuatan yg sangat dicintai Allah dan Rasulullah SAW. Istighfar akan menumbuhkan kerinduan kepada Allah. "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yg bertaubat dan orang-orang yg mensucikan diri." (QS. 2:222)

7. Secara hubungan sosial horizontal, akan membuahkan Kedamaian. Bukankah banyak istighfar yg memohonkan ampunan untuk sesama hamba Allah.


Semoga..
#ombad #tasawuf