07 December 2019
SIAPA YANG MENGHINA NABI..?
16 November 2019
KEBENINGAN
18 July 2018
TENTANG FITNAH
Kata "Fitnah" dalam bahasa Arab, mempunyai makna “al-Ikhtibaru”, yg berarti upaya untuk menyingkap hakikat sesuatu, dan juga bermakna “al-Imtihanu”, yg berarti ujian atau pengujian (lihat: Ibn Hajar al-Asqalani, dalam kitab “Fathul Bari Syarh Shahihil Bukhari”).
Jadi, kata "fitnah" itu seperti suatu pengujian kadar emas, untuk membedakan mana emas yang asli dan mana yang bukan. Biasanya cara pengujian itu dengan memasukkan emas itu ke dalam api yang panas.. :D
Fitnah menggambarkan segala bentuk penyingkapan dan pengujian terhadap keaslian, kebenaran dan kemurnian sesuatu. Emas mana yg benar-benar berkualitas tinggi dan mana yg berkualitas rendah. Dan jika ini terjadi pada diri seorang Mukmin, maka bisa dibilang, suatu proses “pembakaran“ pribadi untuk membedakan mana Mukmin yg teguh dan mana Mukmin yg rapuh.
Biar lebih sederhana, FITNAH itu merupakan ujian dari Allah dan bisa menerpa kepada siapapun. Fitnah itu dilontarkan seseorang yg hatinya mempunyai sifat Hasad, Iri dan Dengki. Fitnah ini seperti halnya menempelkan bau busuk ke tubuh seseorang, artinya orang yg akan ditempeli bau busuk ini sebenarnya badannya tidak busuk.
Fitnah di atas termasuk FITNAH HIDUP, dalam urusan kehidupan dunianya ; dirinya, hartanya, keluarganya, kerabatnya, dst.
Al-Qur'an secara tersirat memberikan 3 solusi ketika kita sedang menghadapi Fitnah Hidup ini, yaitu :
1. Diam : menahan diri supaya tidak emosi, tidak mengganggu psikologis. Tindakan "melawan" kadang bisa merugikan juga.
2. Banyak Istighfar : berdzikir dan berdoa kepada Allah, karena siapa tahu kasus fitnah yg menimpa itu adalah salah satu "pengingat" bahwa kita harus berbenah, introspeksi, muhasabah, sehingga bisa menjadi hamba Allah yg dicintai-Nya.
3. Mengasingkan diri ke perbatasan negeri, dalam arti keluar dari lingkungan (pergaulan) orang yg suka memfitnah, biar hal lain yg lebih bermanfaat bisa lebih diprioritaskan.
Kasus fitnah itu (bisa sy katakan) seperti sesuatu yg sudah di atas hukum sebab akibat. Misal, kalau kita mencuri, kemudian di suatu waktu, barang kita hilang, mungkin itu sebuah "karma", konteksnya "sebab-akibat". Tapi kalau kita misalkan tidak pernah mencuri, tapi kemudian barang kita ada yg dicuri..?
Artinya ada kemiripan, kita (misalnya) tidak pernah dengki dan memfitnah orang, tapi kok difitnah..?
Kategori ini tentunya bisa disebut ujian keimanan, apakah harus introspeksi, belajar mengikis kesombongan, sampai belajar ikhlas, ridha, menerima ketentuan Tuhan.. yg esensinya adalah ujian dari Allah dalam meningkatkan keimanan hamba-Nya.
Sedangkan FITNAH KEMATIAN. diantaranya adalah adzab kubur, ujian yg dialami manusia ketika di padang Mahsyar, dimana manusia tertahan untuk dihisab.
Dan fitnah terbesar dalam perjalanan hidup adalah FITNAH DAJJAL, karena berhubungan dengan Penyimpangan agama/syariat (kesesatan), dimana fitnah ini membalikkan nilai Kebenaran menjadi Kebatilan, Keimanan menjadi Kekufuran, sehingga akhirnya "jalan lurus" pun menjadi Kesesatan.
Artinya, Fitnah Dajjal bisa dimaknai, ketika sesuatu yg Batil dianggap Haqq, begitupun sebaliknya.. Dan dari tercampurnya Haqq dan Batil inilah, akan muncul PEMBENARAN... Dan jika seperti itu, siap-siaplah mengalami "kiamat".
Rasulullah SAW mengisyaratkan agar memperbanyak "membaca" Surat Al-Kahfi agar terhindar Fitnah Dajjal.. Bukankah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pun sesuai dengen ketiga poin solusi menghadapi fitnah seperti di atas..?
Mudah-mudahan lewat doa ini Allah SWT bisa melindungi kita semua dari Fitnah Dajjal :
اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Allahumma arinal haqqo, haqqo, warzuqnat tibaa’ah, wa arinal baathila baathila, warzuqnaj tinaabah, bi rohmatika yaa Arhamar Roohimiin.
.
"Ya Allah, tunjukilah kami haqq (kebenaran) itu sebagai haqq dan beri kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukilah kami yang batil itu sebagai batil dan berikan kami kekuatan untuk menjauhinya, dengan rahmat-Mu ya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Dan juga,
اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم, ومن عذاب القبر, ومن فتنة المحيا والممات, ومن فتنة المسيح الدجال
Alloohumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam, wa min ‘adzaabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min tsarri fitnatil masiihid Dajjal.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari azab neraka jahanam dan dari azab kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al-Masih ad-Dajjal.."
Dan ingat, anak istrimu pun bisa menjadi fitnah bagimu.. seperti adanya "desakan tuntutan" kebutuhan anak istrinya sampai tidak bisa membedakan mana halal dan mana haram dalam mencari nafkah.. :)
Semoga...
#ombad #tasawuf
06 February 2018
FITNAH KE NU
07 Agustus 1949, Kartosoewirjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia & didaulat jadi IMAM BESAR umat Islam.
Menurut mereka, keputusan mendirikan Negara Islam ini disebabkan beberapa faktor, antara lain:
- Mereka menganggap ada keputusan yg merugikan negara (seperti perjanjian Linggarjati & Renville).
- Mereka menganggap Pemerintah tidak becus mengurus negara, dan mengkhianati rakyat.
- Mereka kecewa dengan Presiden saat ini.. eh, saat itu (Bung Karno).
Hmm... seperti ada kemiripan dengan kondisi sekarang... 😨
Lalu mereka pun mencari dukungan ke sana sini khususnya ke NU, tetapi karena NU gak mau mendukung NII DI/TII, maka :
- NU dituduh pemecah belah umat,
- NU dituduh Penjilat Pemerintah,
- NU dituduh Alergi terhadap hukum/syariat Islam.
- NU jadi musuh mereka, dan mereka semakin sewot ketika NU keluar dari Masyumi pada tahun 1952.
- Kiai NU sewaktu Nasakom dituduh macam-macam, seperti: Kiai Nasakom, Kiai Palu Arit, dsb.
Lhoo.. kok seperti ada kemiripan lagi...? 😨
Berarti.... sejarah bisa "berulang" dan tidak hanya untuk urusan kepala gundul donk...?!
😨
Semoga...
#ombad #nu
04 February 2018
RIAK
Melihat riak di permukaan air itu semua (yg bermata) pun bisa. Apalagi melihat ombak dan gelombang, dari jauhpun bisa dan mudah. Tetapi untuk melihat yg tersembunyi di kedalaman dan di bawah riak, ombak dan gelombang, ya belum tentu semua bisa.
"Ada ilmu yang bagaikan mutiara dalam kerang." (Hadist)
Beruntunglah orang-orang yg diberi anugerah Allah SWT sehingga bisa memilah mana yg baik dan mana yg buruk, termasuk memilah mana yg jernih, mana yg suram/bias, melihat dengan jelas walau suasanya remang-remang, seperti halnya jelasnya pandangan di bawah riak. Kejernihan, Kebeningan dan Shiddiqiyyah.
Setidak-tidaknya berguna buat dirinya, supaya tidak terbawa arus (opini).
Apakah hal ini ada hubungan dengan konsepsi "Fitnah Dajjal", yg serba terbalik?
Wallahu a'lam, tanyakan saja pada rumput yg bergoyang di ujung halaman sono.. atau rumput yg ada di Gua Kahfi nun jauh di sana.. :D
Semoga sy jg mendapatkannya...ehh.. Kok sy doank.. Egois bageeddhh... Buat semua jg dech...
Semoga...
#ombad #tasawuf
**
Obrolan via Fb tgl 20 Juli 2016
CC : Kemarin di gua Kahfi Jordan gak ada rumput om. Semua udah dibeton
BS : Emang sulit bisa bertanya ke rumput di Gua Kahfi.. :D Rumputnya "udah" hilang tersembunyi.. Surat Kahfi kan "perlindungan" dari fitnah Dajjal.
CC : Apa yg dimaksud dgn fitnah dajjal om?
BS : Dalam konteks mikro aja ya.. Soalnya kalo konteks makro.. wallahu a'lam.
Menurut sy, Lihat dulu "gambaran" Dajjal..
- Dajjal al-Masih (Mesias).
- Dahinya bertuliskan "Kafara" (kafir, tertutup).
- Mata cuma satu.
- orang banyak tergiur surga dajjal, padahal itu neraka menurut Allah... dan sebaliknya.
- Imam Mahdi yg turunan Rasul aja kalah sama Dajjal,
- baru sesudah dibantu Nabi Isa... bisa menang.
Nash secara tekstual (hadist) nya begitu. Ya, hrs percaya kan..?
Dan Takwilan menurut sy,
- Dimana-mana yg namanya Mesias itu mengajak kepada Kebenaran... begitupun Dajjal.. cuma "seperti kebenaran".. kebenaran yg semu.. biasanya parsial dan misposisi.
- Sebetulnya dia "tertutup dari kebenaran" (kafara), tapi dia suarakan "kebenaran" tapi bukan lillahi ta'ala, karena niatnya kepentingan pribadi (secara duniawi, apakah urusan dalam politik, kekuasaan, dunia, dsb).
- "Satu mata" : pola pandang & pemikirannya hanya 'sebelah'.. baik menurut dia doank, yg lain salah kalo tidak sama, sehingga akhirnya bisa "pemaksaan", takfiri, pembunuhan, dsb. Tidak holistik & multidimensi dalam pemikiran & kesadaran, bahwa manusia itu berbeda-besa dan Allah pun mengatur seperti itu, sebagai bahan pelajaran.
- "Surga & Neraka Dajjal".. akhirnya ajakan Dajjal, "ini lho surga itu, ikuti..! kalo gak ikut kita dan beda, maka akan ke neraka..!".. jadi seperti sudah dapat jaminan surga. Tentu ada iming-imingnya, seperti kaya di dunia, jabatan, dsb.. padahal gak ada hub. dengan urusan Rahmat Allah.
- Imam Mahdi... sy anggap, orang yg paham seabreg kitab syariatpun bisa kalah dan tergiur oleh kepentingan pribadinya... Ayat-ayat yg dia kuasai akhirnya bisa menjadi alasan pembenaran. Itu makanya Imam Mahdi bisa dikalahkan oleh Dajjal.
- Nabi Isa as.. urusannya dengan Mahabbah.. untuk umat manusia, tentu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dst.. Itu makanya Imam Mahdi dengan dibantu Nabi Isa akhirnya bisa mengalahkan Dajjal.
Secara esensi yg harus dilakukan adalah, perlu ditumbuh-kembangkannya Keseimbangan kesalehan individu & sosial... vertikal & horizontal dalam konteks islam, iman & ihsan (secara holistik).
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه
Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan dapat dikuasainya." (HR. Muslim)